Madiun (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Madiun mencatat sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang produk domestik regional bruto (PDRB) harga berlaku di wilayah setempat mencapai Rp27,48 miliar pada 2025.
"PDRB Kabupaten Madiun tahun 2025 tercatat didominasi oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan yang mencapai sebesar 25,85 persen," ujar Kepala BPS Kabupaten Madiun Wisma Eka Nurcahyanti saat merilis PDRB Kabupaten Madiun menurut lapangan usaha tahun 2021–2025 di Madiun, Jawa Timur, Senin.
Sesuai data, PDRB Kabupaten Madiun yang tumbuh signifikan dari tahun 2024 tersebut disumbang dari berbagai kontribusi lapangan usaha dengan lima golongan lapangan usaha utama.
Adapun, lima golongan usaha berkontribusi besar pada PDRB tersebut yakni sektor pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 25,85 persen, dan diikuti oleh lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 17,79 persen.
Kemudian, lapangan usaha industri pengolahan sebesar 14,89 persen, konstruksi sebesar 11,99 persen, serta informasi dan komunikasi sebesar 6,75 persen.
"Peranan lima lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Kabupaten Madiun mencapai 77,28 persen," kata Wisma.
Sedangkan sisanya disumbang dari lapangan usaha transportasi dan pergudangan; jasa perusahaan, serta sektor penyediaan akomodasi dan makan minum.
Wisma menjelaskan selama tiga tahun terakhir, lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan terus mendominasi struktur PDRB menurut lapangan usaha, dengan kontribusi di atas 25 persen, meski tren itu berfluktuasi dari tahun ke tahun.
"Hal ini mengindikasikan adanya faktor musiman maupun struktural yang mempengaruhi perkembangan sektor tersebut di Kabupaten Madiun," katanya.
Menurutnya, meski terdapat lapangan usaha yang mendominasi, namun terdapat juga sejumlah sektor lain yang justru menunjukkan perlambatan atau kontraksi dalam PDRB Kabupaten Madiun tahun 2025.
Di antaranya lapangan usaha pengadaan air serta pengelolaan sampah yang mengalami kontraksi sebesar 1,32 persen serta sektor pertambangan dan penggalian yang cenderung stagnan dan mengalami kontraksi 0,02 persen.
Kabupaten Madiun merupakan daerah yang memiliki sektor utama di bidang pertanian dengan komoditas unggulan padi, palawija, perkebunan (kopi dan kakao), hortikultura, dan perikanan.
Data Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun mencatat produksi padi pada tahun 2025 mencapai sebanyak 474.087 ton Gabah Kering Giling (GKG) dengan luas tanam sekitar 81.203 hektare.
Sementara sektor perhutanan utamanya non-kayu, Kabupaten Madiun merupakan sentra penghasil komoditas porang dengan hasil produksi pada 2023 sebanyak 50.235 ton.
Sementara luas lahan penanaman porang saat ini di Kabupaten Madiun mencapai lebih dari 1.602 hektare yang berada di lima kecamatan sentra, yakni Kecamatan Saradan, Gemarang, Kare, Dagangan dan Wonoasri.
Pewarta: Louis Rika StevaniEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026