Banyuwangi (ANTARA) - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengajak seluruh kepala desa untuk menyusun skala prioritas pembangunan di tengah kondisi fiskal yang terbatas serta persoalan geopolitik internasional yang turut berdampak pada kondisi ekonomi nasional hingga daerah.

"Apapun rintangannya kita harus tetap melanjutkan pembangunan Banyuwangi dengan mengoptimalkan potensi yang kita miliki," katanya saat acara silaturahmi dan halal bihalal bersama kepala desa se-Banyuwangi di Kantor Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis.

Ipuk menegaskan pembangunan daerah tidak boleh berhenti dan meminta seluruh kepala desa tetap bergerak dengan menyesuaikan program sesuai kebutuhan prioritas masing-masing desa.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa kondisi saat ini harus dilalui dengan kebersamaan dan penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintahan desa.

"Kondisi seperti ini bukan pertama kali dihadapi, Banyuwangi pernah melalui masa sulit saat pandemi dan bangkit. Dengan tandang bareng, kami percaya kondisi saat ini juga bisa dilalui," tutur Ipuk.

Ia menyampaikan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh membuat pemerintah desa berhenti berinovasi, tetapi justru kondisi tersebut harus menjadi momentum untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki masing-masing desa.

Pemkab Banyuwangi, lanjut Ipuk, telah melakukan penataan ulang anggaran, infrastruktur tetap menjadi fokus utama tanpa mengesampingkan sektor pendidikan dan kesehatan.

Ia juga meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) setempat untuk membantu desa dalam menyusun penataan ulang anggaran.

"Sehingga program pembangunan tetap berjalan lebih efektif, meski anggaran transfer dari pemerintah pusat berkurang," kata Bupati Ipuk.



Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Vicki Febrianto

COPYRIGHT © ANTARA 2026