Mojokerto (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto, Jawa Timur melakukan aksi kerja bakti (korve) di Kelurahan Mentikan guna memitigasi potensi bencana di daerah aliran sungai.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari di Kota Mojokerto, Jumat, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi program "Indonesia ASRI" dan "Rukun Tetangga (RT) Berseri" guna menjaga kebersihan lingkungan agar tidak terjadi bencana.
Dalam peninjauan langsung di lapangan, Ning Ita sapaan akrab wali kota, mengidentifikasi sedikitnya lima titik kritis di sepanjang tanggul Sungai Brangkal yang mengalami abrasi, dengan kategori sedang hingga parah.
"Kondisi ini berpotensi mengancam keselamatan ribuan warga yang tinggal di kawasan padat penduduk sepanjang sempadan sungai," katanya.
Ia mengatakan, lima titik terpantau kondisinya sangat mengkhawatirkan karena abrasi. Mengingat cuaca ekstrem dan tingginya curah hujan di hulu, risiko tanggul rembes atau jebol sangat besar.
"Dampaknya akan luar biasa bagi permukiman penduduk di balik tanggul," kata Ning Ita.
Terkait revitalisasi tanggul sungai tersebut, Ning Ita menjelaskan bahwa tujuh sungai besar yang melintasi Kota Mojokerto merupakan aset di bawah naungan pemerintah pusat. Oleh karena itu, Pemkot Mojokerto tidak memiliki otoritas untuk melakukan revitalisasi secara mandiri.
Sebagai langkah strategis, kata dia, Pemkot Mojokerto segera bersurat kembali kepada pihak Jasa Tirta selaku pengguna aset untuk mendesak percepatan revitalisasi.
Ia menambahkan, dengan kegiatan kerja bakti setiap hari Jumat, diharapkan menjadi pemantik kesadaran masyarakat untuk terus menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan di Kota Mojokerto.
"Kami berharap dengan adanya kegiatan kerja bakti ini, masyarakat menjadi tergerak untuk menjaga lingkungan masing-masing supaya terhindar dari ancaman bencana hidrometeorologi," katanya.
Pewarta: Indra SetiawanEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026