Kota Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo menggelar kerja bakti massal di Pasar Baru dan Pasar Gotong Royong kota setempat untuk mewujudkan gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang melibatkan seluruh pegawai aparatur sipil negara (ASN).
Aksi bersih-bersih dipimpin Wali Kota Probolinggo Aminuddin dan Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari yang melibatkan seluruh pegawai Pemkot Probolinggo bahu-membahu membersihkan area pasar, khususnya di sepanjang Jalan Niaga dan Jalan Pahlawan, Jumat.
"Upaya penertiban area pasar itu penting untuk mewujudkan lingkungan kota yang lebih rapi dan teratur. Kepatuhan terhadap rambu lalu lintas dan aturan parkir harus terus ditingkatkan," kata Aminuddin.
Ke depan, lanjut dia, perlu ada petugas yang berjaga secara konsisten agar masyarakat semakin memahami dan menaati aturan yang berlaku. Tidak sekadar membersihkan lingkungan, kegiatan itu juga dibarengi dengan penataan parkir dan penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang tetap nekat berjualan di trotoar di sekitar pasar.
Aminuddin turun langsung memberikan arahan kepada juru parkir agar tidak menempatkan kendaraan di sisi timur Jalan Niaga, melainkan dipindahkan ke sisi barat demi kelancaran akses jalan yang kerap macet.
Di lokasi tersebut sebenarnya telah terpasang imbauan larangan berjualan di trotoar dan parkir di depan toko. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa kepatuhan masyarakat masih perlu ditingkatkan, sehingga hal itu menjadi pekerjaan rumah bagi pemkot yang terus melakukan edukasi kepada pedagang dan pengunjung pasar.
Untuk kawasan Jalan Pahlawan, penertiban juga dilakukan dengan mengosongkan sisi utara dari aktivitas pedagang, sementara kendaraan diarahkan untuk parkir di sisi selatan guna menjaga kelancaran arus lalu lintas.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Probolinggo Fatchur Rozi mengatakan bahwa penertiban PKL masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya keterbatasan personel serta keberadaan pedagang musiman dari luar daerah yang kerap berjualan di bahu jalan.
“Meski sudah dilakukan penindakan penyitaan barang, mereka sering kembali berjualan saat petugas tidak berjaga. Ke depan, kami akan menambah personel dan menempatkan pos pantau portabel di titik strategis,” katanya.
Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Probolinggo Pudi Adji Tjahjo Wahono mengatakan bahwa kerja bakti itu sekaligus menjadi momentum penataan parkir dan PKL di kawasan pasar. Pihaknya berharap masyarakat dapat membiasakan diri untuk parkir sesuai rambu yang telah disediakan.
"Rambu dan garis parkir permanen sudah ada. Harapan kami masyarakat bisa memahami dan bersama-sama mewujudkan ketertiban, sejalan dengan semangat Probolinggo Bersolek dan berbenah," ujarnya.
Unsur kepolisian hingga TNI turut ambil bagian dari upaya menciptakan lingkungan kota yang bersih, tertata, dan nyaman bagi masyarakat. Penyiraman air menggunakan truk tangki air oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di sisi timur Jalan Niaga dan sisi utara Jalan Pahlawan sebagai tahap akhir pembersihan kawasan setempat.
Pewarta: Zumrotun SolichahEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026