Surabaya (ANTARA) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Bambang Haryo Soekartono, minta PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengantisipasi penumpukan penumpang pada musim mudik lebaran 2026.
“Untuk kapasitas jarak jauh rata-rata masih 47 persen, artinya masih cukup untuk mengantisipasi masyarakat yang akan ber-Lebaran. Tetapi untuk kereta komuter, khususnya menuju Malang, Blitar, Lamongan, dan Mojokerto, rata-rata sudah mencapai 150 persen. Ini sudah overload,” ujarnya saat memantau Stasiun Gubeng, Surabaya, Rabu.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut berarti sekitar 50 persen penumpang harus berdiri sehingga perlu segera diantisipasi guna menjaga kenyamanan dan keselamatan.
Bambang mengaku telah melaporkan kondisi tersebut kepada Direktur Jenderal Perkeretaapian agar dilakukan langkah cepat, di antaranya penambahan jumlah gerbong pada rangkaian kereta komuter.
Selain itu, ia juga mengusulkan agar proyek kereta rel listrik (KRL) berbasis jalur ganda (double track) yang direncanakan hingga Sidoarjo dapat diperpanjang sampai Malang.
Menurutnya, kebutuhan transportasi di jalur tersebut terus meningkat, dengan rata-rata 50 perjalanan per hari.
Sementara itu, Kepala Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya, Daniel Johanes Hutabarat, memastikan kesiapan sarana dan prasarana menghadapi masa angkutan Lebaran yang berlangsung pada 13–30 Maret.
Ia menyebutkan persiapan telah dilakukan sejak satu bulan sebelumnya, termasuk pemeriksaan bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian melalui kegiatan RAM check.
Untuk periode tersebut, Daop 8 Surabaya menyiapkan kapasitas hingga 533.000 tempat duduk atau meningkat sekitar tujuh persen dibanding tahun sebelumnya.
“Saat ini keterisian masih 47 persen. Kami persilakan masyarakat untuk segera merencanakan perjalanan mudik menggunakan kereta api. Prediksi puncak arus mudik pada 18–19 Maret,” katanya.
Daniel menambahkan, pihaknya menyambut baik masukan DPR terkait penambahan kapasitas kereta komuter serta dukungan terhadap peningkatan layanan public service obligation (PSO) dan percepatan realisasi proyek KRL dalam tiga tahun ke depan.
Dengan lonjakan signifikan pada segmen komuter, penambahan rangkaian dan pengembangan jalur dinilai menjadi langkah strategis untuk memastikan angkutan Lebaran berjalan aman, nyaman, dan mampu mengakomodasi tingginya mobilitas masyarakat.
