Malang Raya (ANTARA) - Humas Klenteng Eng An Kiong, David Kurniawan di Kota Malang, Jawa Timur berharap Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili dengan Shio Kuda Api memberikan kemakmuran bagi seluruh masyarakat Indonesia.
"Kami memohon supaya Indonesia tidak mengalami hal yang tidak baik. Kami berdoa negara ini makmur," kata David ditemui di Klenteng Eng An Kiong Kota Malang, Selasa.
Kemakmuran masyarakat akan menjadi pertanda bahwa kondisi ekonomi Indonesia dalam kondisi yang stabil.
Maka dari itu, momen Imlek tahun ini menjadi refleksi untuk membawa Indonesia masuk ke era kejayaan, sekaligus terciptanya kondisi yang aman dan tentram.
Soal makna Kuda Api di tahun ini, kata dia, memiliki unsur api yang aktif atau bing wu nian, sehingga perlu disikapi dengan menjaga sikap dan tutur kata agar tak sampai menimbulkan gejolak.
"Kalau melihat ini bing wu nian, bing itu api besar, wu itu kuda, dan nian itu tahun. Maka, akan lebih riskan orang tersulut emosinya, akan ada perubahan besar yang tidak terduga," ujarnya.
Melihat makna dari Tahun Kuda Api yang ada, David kembali menyampaikan harapannya bahwa Indonesia selalu berada di dalam kondisi baik-baik saja.
Pelaksanaan Tahun Baru Imlek di Klenteng Eng An Kiong diikuti oleh ratusan umat Khonghucu. Prosesi keagamaan berjalan sejak pukul 11.00 WIB, tetapi umat sudah memadati lokasi sejak jam 09.00 WIB.
Pada pukul 11.00 WIB, kata David, diselenggarakan prosesi sembahyang bersama segenap pengurus dan umat.
"Dimulai dengan bersembahyang kepada Tuhan ke Tian gong, lalu ke Dewa Tuan Rumah dan kebetulan hari ini Buddha Mi Le Pu Sha berulang tahun, sekalian kami bersembahyang," ucapnya.
Pelaksanaan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 ditutup dengan penyelenggaraan pentas budaya yang dijadwalkan berlangsung pukul 20.00 WIB.
Pantauan ANTARA di Klenteng Eng An Kiong, umat Khonghucu melaksanakan ibadah dengan khusyuk. Mereka memulai ibadah dari bagian altar klenteng tersebut.
Setelah itu, umat melaksanakan ritual doa di bagian utama bangunan.
Pelaksanaan Imlek di Klenteng Eng An Kiong juga syarat dengan toleransi antarumat beragama.
Beberapa umat Islam turut datang ke klenteng tersebut dan bercengkerama dengan umat Khonghucu. Tampak wajah kebahagiaan di antara mereka, suasana guyub dan rukun pun terpancar dari Tahun Baru Imlek ini.
