Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat di wilayah setempat untuk memperkuat kesalehan sosial dalam menyambut Ramadhan 1447 Hijriah.
"Alhamdulillah, kita masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk bisa berkumpul dalam tradisi megengan menyambut bulan suci Ramadhan, mari saling memaafkan, mempererat silaturahim, serta memperkuat kepedulian sosial," ujar Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Selasa.
Menurut dia, megengan menjadi penanda kesiapan lahir dan batin masyarakat Jawa Timur dalam menyambut Ramadhan sebagai bulan penyucian jiwa.
"Lewat megengan yang diawali dengan istighostah, dzikir dan sholawat, kita diingatkan bahwa Ramadhan adalah bulan penyucian jiwa, untuk menyambutnya hati harus gembira, bahagia dan bersih," ujarnya.
Ia mengajak masyarakat membersihkan hati dari prasangka buruk, menjaga lisan, serta memperbaiki hubungan antarsesama sebagai wujud membangun kesalehan sosial.
"Inilah yang menjadikan masyarakat Jawa Timur dikenal sebagai masyarakat yang religius, guyub, rukun, dan saling menguatkan," katanya.
Khofifah juga mendorong seluruh elemen masyarakat memastikan tidak ada warga yang kesulitan menyambut Ramadhan karena keterbatasan ekonomi dengan memperluas semangat berbagi.
"Kita saling menguatkan semangat berbagi, saling membantu, dan memperluas kesolehan sosial," ajaknya.
Ia menegaskan pembangunan di Jawa Timur tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak masyarakat.
"Pembangunan yang kita lakukan bukan semata membangun infrastruktur, tetapi juga membangun karakter, membangun akhlak, dan membangun peradaban," katanya.
Ia berharap kebersamaan, toleransi, dan semangat gotong royong terus terjaga sehingga harmoni sosial tetap kokoh di tengah dinamika zaman.
"Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan atas nama pribadi, saya mengucapkan selamat menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Di Ramadhan ini mari kita bangun kekuatan ketenangan jiwa kita supaya kita bisa menguatkan kesalehan sosial," ucap Gubernur Jatim itu.
