Surabaya (ANTARA) - Ketua Komite IV Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Ahmad Nawardi, mengapresiasi kinerja Badan Gizi Nasional (BGN) yang dinilai mampu membangun 23.000 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia dalam kurun waktu satu tahun.
“Ini bukan pekerjaan mudah. Namun, di tangan BGN, pekerjaan berat bisa menjadi ringan karena sistem yang dibangun luar biasa dan mereka bekerja 24 jam,” kata Nawardi di Surabaya, Senin.
Ia menilai BGN bergerak cepat dalam merealisasikan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, khususnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia.
Menurut Nawardi, MBG bukan sekadar program bantuan pangan, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi sehat, cerdas, dan produktif menuju Indonesia Emas 2045.
“Program ini adalah jalur penting membangun kualitas manusia sejak dini. Jika anak-anak tumbuh dengan gizi yang cukup, maka masa depan bangsa akan lebih kuat,” ujarnya.
Senator asal Jawa Timur itu juga mengapresiasi kepemimpinan Kepala BGN, Dadan Hindayana, yang dinilai mampu membangun sistem pelayanan gizi secara masif dan terstruktur.
Nawardi menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan ekonomi tidak dapat diukur semata dari angka pertumbuhan.
Menurutnya, ekonomi yang kuat harus ditopang oleh fondasi sosial yang sehat dan sejahtera.
Ia juga mengingatkan bahwa selama ini program seperti MBG kerap dipandang sebagai beban anggaran, padahal jika dilihat secara komprehensif, program tersebut merupakan investasi strategis bagi masa depan bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Nawardi juga mengapresiasi peran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang telah membangun 1.179 unit SPPG serta 18 gudang ketahanan pangan.
Ia berharap, langkah Polri dapat diikuti oleh kementerian, lembaga, dan instansi lainnya untuk bersama-sama menyukseskan program prioritas pemerintah.
