Surabaya (ANTARA) - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) bersama Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) berkolaborasi mendukung pemberdayaan masyarakat desa melalui fasilitasi layanan Bank Pembangunan Daerah.
Kolaborasi itu diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang fasilitasi layanan bank pembangunan daerah dalam mendukung percepatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.
“Langkah ini merupakan wujud nyata strategi jangka panjang perusahaan untuk meningkatkan ekonomi daerah agar semakin kuat dan tumbuh berkelanjutan,” kata Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo di Surabaya, Sabtu.
Melalui perjanjian ini, kata Winardi, kedua belah pihak telah sepakat untuk mengoptimalkan pemanfaatan layanan perbankan dalam mendukung pembangunan desa secara terintegrasi.
Adapun perjanjian kerja sama tersebut mencakup beberapa hal yaitu pertukaran data dan informasi, pemanfaatan produk dan jasa perbankan sesuai ketentuan yang berlaku serta sosialisasi dan pendampingan tentang produk dan jasa perbankan kepada masyarakat di desa.
Kemudian juga mengenai penguatan peran Bank Pembangunan Daerah dalam rangka peningkatan kapasitas untuk kesejahteraan masyarakat desa, serta pemanfaatan tanggung jawab sosial Bank Pembangunan Daerah untuk mendukung percepatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di desa.
Dalam implementasinya, Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan berperan sebagai fasilitator koordinasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah sedangkan Bank Jatim menyediakan dukungan layanan keuangan dan penguatan kapasitas masyarakat.
Menurut Winardi, upaya kolaborasi tersebut merupakan salah satu langkah konkret untuk memperkuat fondasi ekonomi desa dan sekaligus mengajak masyarakat desa lebih melek tentang perbankan dan memberikan akses pembiayaan yang aman.
“Fokus utama kami di sini yaitu membangun ekosistem ekonomi desa yang tangguh dan mandiri,” katanya.
Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan Nugroho Setijo Nagoro menilai kerja sama ini sejalan dengan arah kebijakan nasional yang menempatkan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.
Ia menjelaskan ekonomi desa membutuhkan ekosistem yang kuat dan kehadiran Bank Jatim adalah untuk memperkokoh aspek itu yakni mulai dari literasi, pembiayaan, hingga peningkatan kapasitas distribusi barang dan jasa.
Dalam konteks tersebut, lanjut Nugroho, literasi menjadi faktor penting agar masyarakat desa mampu memanfaatkan program secara optimal.
Adapun pemilihan Bank Jatim sebagai mitra utama bukan tanpa alasan karena Bank Jatim memiliki kedekatan psikologis dan nature yang sama dengan masyarakat desa.
“Karena pada hakikatnya, bank daerah adalah milik daerah sehingga kontribusinya dalam membangun desa dinilai sangat kontekstual dan tepat sasaran,” ujar Nugroho.
Ia pun berharap Bank Jatim dapat berperan aktif dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat desa terkait pengelolaan usaha, akses pembiayaan, serta penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.
“Kolaborasi dengan sektor perbankan menjadi bagian dari strategi mempertemukan kebijakan, pendampingan, dan pembiayaan dalam satu ekosistem pembangunan desa,” katanya.
Pewarta: Astrid Faidlatul HabibahEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026