Jakarta (ANTARA) - Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M Rizal Taufikurahman memprediksi pasar modal masih akan bergerak hati-hati selama beberapa hari ke depan usai pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI).
“Proyeksi pergerakan pasar dalam waktu dekat, dalam jangka sangat pendek, pasar masih akan bergerak hati-hati dan volatil, terutama di sektor keuangan dan saham berkapitalisasi besar,” tuturnya dihubungi ANTARA di Jakarta, Sabtu.
Ia mengatakan investor cenderung menunggu kejelasan arah transisi kebijakan dan kepemimpinan di sektor pasar modal terlebih dahulu sebelum mengambil langkah investasi selanjutnya.
Hal tersebut mengingat sejumlah pejabat di sektor pasar modal, yakni Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar, serta Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi mengundurkan diri pada Jumat (30/1).
“Jika sinyal penggantian yang kredibel muncul cepat dan tepat, tekanan bisa mereda dan IHSG kembali mengikuti faktor fundamental. Namun, tanpa kejelasan, volatilitas berisiko bertahan lebih lama,” ujar M Rizal Taufikurahman.
Selain ketiga petinggi tersebut, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK I.B. Aditya Jayaantara juga turut menyampaikan pengunduran diri mereka di hari yang sama.
Dalam pernyataan resmi OJK, pengunduran diri itu disebut merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk mendukung terciptanya langkah pemulihan pasar modal domestik usai terkoreksi tajam imbas dari pengumuman MSCI terkait review dan rebalancing saham-saham di Indonesia.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi dari 8.980,23 pada penutupan perdagangan Selasa (27/1) menjadi 8.232,20 pada penutupan perdagangan Kamis (29/1). IHSG kembali menguat pada Jumat (30/1) dengan ditutup pada posisi 8.329,61.
