Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, mengirim sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya untuk uji laboratorium menyusul dugaan kasus diare pada pelajar SMK Negeri 3 Boyolangu.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tulungagung, dr. Aris Setiawan, Rabu, mengatakan petugas Satgas MBG telah mengambil sampel makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Mutiara Rawa Selatan.

"Kami sudah mengambil sampel menu MBG yang dikonsumsi pelajar SMK Negeri 3 Boyolangu. Sampel tersebut akan kami kirim ke BBLK Surabaya untuk dilakukan uji laboratorium," kata Aris.

Ia menjelaskan sampel yang diambil masih lengkap, meliputi lauk ayam berbumbu kuning, sayuran selada, sambal, serta air minum, sesuai menu MBG yang disajikan kepada pelajar pada Senin (19/1).

Aris menambahkan, penyimpanan sampel makanan merupakan bagian dari standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN) dan wajib diterapkan seluruh SPPG.

Setiap penyedia MBG diwajibkan menyimpan satu porsi sampel makanan untuk keperluan penelusuran apabila terjadi dugaan keracunan pangan.

"Sampel tersebut disimpan dalam ruang pendingin dengan suhu sesuai SOP dan dapat disimpan hingga sekitar satu pekan," ujarnya.

Terkait laporan pelajar yang mengalami diare, Aris menyebut Dinkes masih melakukan pendataan berdasarkan laporan dari puskesmas.

Keluhan diare rata-rata muncul sekitar 12 jam setelah pelajar mengonsumsi menu MBG, sehingga sebagian pelajar diduga melakukan pengobatan mandiri sebelum mendatangi fasilitas kesehatan.

"Sejauh ini kami belum menerima laporan keluhan serupa dari penerima MBG lain yang dilayani SPPG Yayasan Mutiara Rawa Selatan," katanya.

Dinkes Tulungagung juga telah menyiagakan 32 puskesmas untuk melayani pelajar SMK Negeri 3 Boyolangu yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan medis.



Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026