Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur melakukan identifikasi terkait munculnya dugaan gangguan kesehatan dialami sejumlah pelajar SMK Negeri 2 Boyolangu dan MAN 2 Tulungagung setelah menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Tulungagung dr Aris Setiawan di Tulungagung, Jumat, mengatakan laporan awal diterima pada Jumat pagi terkait dengan keluhan mual, mulas, muntah, dan diare yang dialami beberapa pelajar di dua sekolah tersebut.

"Informasi awal yang kami terima, keluhan muncul di lingkungan sekolah dan penanganannya dilakukan di UKS. Sampai saat ini belum ada pelajar yang dirujuk ke puskesmas," katanya.

Hingga kini, katanya, penyebab keluhan tersebut belum dapat dipastikan berkaitan dengan MBG, mengingat terdapat perbedaan keterangan dari pelajar yang diperiksa.

"Ada pelajar yang mengaku mengalami diare meski tidak mengonsumsi MBG. Ini yang masih kami klarifikasi agar data yang kami peroleh benar-benar akurat," ujarnya.

Sebanyak dua sekolah tersebut menerima layanan MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Serut, Desa Serut, Kecamatan Boyolangu.

Sebagai langkah kehati-hatian, Dinas Kesehatan telah mengamankan dan mengambil sampel menu MBG dari SPPG tersebut untuk kepentingan pemeriksaan laboratorium.

"Sampel yang kami ambil berasal dari distribusi dua hari, yakni Rabu (21/1) dan Kamis (22/1). Menu masih tersimpan dengan baik dan akan kami kirimkan ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya," katanya.

Apabila diperlukan, pihaknya juga akan melakukan survei epidemiologi di kedua sekolah tersebut pada hari aktif sekolah guna memperoleh gambaran yang lebih komprehensif.

"Kami menunggu hari efektif karena survei epidemiologi tidak bisa dilakukan saat sekolah libur," ujarnya.

Hingga saat ini, Dinas Kesehatan belum menerima laporan dari puskesmas terkait dengan pelajar berasal dari kedua sekolah tersebut yang menjalani perawatan medis.

Pihaknya juga mengimbau pelajar yang mengalami keluhan kesehatan agar tidak ragu memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

"Pelayanan kesehatan kami pastikan diberikan secara gratis. Data pemeriksaan sangat penting untuk proses identifikasi, sehingga kami berharap pelajar kooperatif," kata Aris.



Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026