Madiun (ANTARA) - Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Madiun, Jawa Timur menggandeng sejumlah instansi di wilayah setempat guna menjaga ketersediaan stok kantong darah dan trombosit di PMI setempat seiring memasuki musim hujan.
Kepala UDD PMI Kota Madiun Wahyu Hetty Darmawati di Madiun, Selasa, mengatakan pihaknya menyiapkan langkah strategis untuk memastikan ketersediaan trombosit seiring meningkatnya potensi kasus demam berdarah (DB) pada musim hujan.
Ia menilai periode tersebut sering diikuti lonjakan kebutuhan darah, terutama komponen trombosit, di UDD PMI Kota Madiun.
"Tren peningkatan kasus DBD saat musim hujan hampir selalu beriringan dengan naiknya permintaan trombosit. Menyikapi hal tersebut, PMI Kota Madiun melakukan berbagai upaya untuk menjaga ketersediaan stok, di antaranya melalui kerja sama dengan sejumlah instansi," ujarnya.
Saat ini pihaknya sedang berproses menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Timnya juga melakukan road show ke instansi-instansi untuk mendapatkan donor darah segar yang dapat diolah menjadi trombosit, sehingga stok tetap aman.
Wahyu menjelaskan pengolahan trombosit ada penanganan khusus jika dibandingkan komponen darah lainnya. Trombosit hanya dapat diproduksi dari darah segar yang berusia maksimal tiga jam setelah pengambilan.
Selain itu, masa simpan trombosit tergolong singkat, sekitar lima hari, bergantung pada jenis antikoagulan yang digunakan. Karena itu, pasokan donor darah harus terus terjaga secara berkelanjutan.
Guna mendorong masyarakat berdonor darah untuk menjaga stabilitas stok darah, UDD PMI Kota Madiun juga menghadirkan sejumlah program bagi para pendonor. Di antaranya program doorprize yang berlangsung hingga 31 Maret 2026, serta program sembako bagi pendonor yang dilaksanakan mulai 15 Januari hingga 31 Maret 2026.
Melalui berbagai program dan kerja sama tersebut, pihaknya berharap stok darah segar dapat terus terjaga, khususnya untuk memenuhi kebutuhan trombosit menjelang puncak musim hujan yang juga rawan peningkatan kasus demam berdarah.
