Madiun (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Jawa Timur, memanfaatkan sekitar 20 armada angkutan kota (angkot) yang sebelumnya melayani masyarakat umum untuk digunakan sebagai layanan Angkutan Sekolah Gratis (ASG) guna mengakomodasi para pelajar ke sekolah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Madiun Agus Mursidi di Madiun, Senin, mengatakan operasional angkot umum ke layanan ASG tersebut untuk menambah jangkauan layanan program ASG yang saat ini hanya mengandalkan armada bus dan mikrobus.
"Minat pelajar memanfaatkan program ASG Kota Madiun cukup tinggi. Setiap hari sekitar 240 siswa bisa diangkut. Hingga kini sudah ada 20 armada yang digunakan untuk melayani berangkat dan pulang sekolah tersebut," ujarnya.
Menurut dia, kebijakan reaktivasi angkot dalam program ASG tersebut bertujuan memfasilitasi pelajar SD, SMP, dan SMA, dalam memperoleh angkutan gratis saat berangkat dan pulang sekolah.
Selain itu untuk meningkatkan keselamatan berlalu lintas di jalan raya dan meminimalisasi keterlibatan anak sekolah dalam kecelakaan lalu lintas. Kebijakan tersebut juga dalam upaya Pemkot Madiun memberdayakan angkot yang belakangan ini mengalami penurunan jumlah penumpang.
Dalam operasionalnya, lanjut Agus, angkot mangkal di titik-titik penjemputan, seperti armada ASG bus yang telah beroperasi. Kemudian angkot akan mengantar ke sekolah dan menjemput kembali saat pulang sekolah. Pelajar yang diangkut tidak dikenakan tarif alias gratis.
Sebagai gantinya, Pemkot Madiun memberikan subsidi operasional Rp131 ribu per hari untuk masing-masing armada angkot yang melayani angkutan sekolah gratis. Subsidi tersebut disalurkan melalui kerja sama antara pemkot dengan koperasi angkot.
Adapun subsidi itu untuk operasional layanan angkutan sekolah gratis, termasuk bensin dan jasa pengemudi.
Seperti diketahui, Pemkot Madiun memberikan fasilitas bus sekolah dan angkot sebagai fasilitas angkutan sekolah gratis bagi siswa sejak tahun 2020 sebagai wujud penerapan Kota Pintar (smart city) di sektor pendidikan dan transportasi.
Melalui program itu, kata dia, pemkot ingin agar para pelajar menerima fasilitas angkutan gratis. Di sisi lain angkot tetap aktif berperan melayani masyarakat.
