Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menegaskan perguruan tinggi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan berkelanjutan melalui riset dan inovasi.
"Alhamdulillah, iklim akademik di sini sangat kuat dan ini tentu modal besar kami untuk mendorong pembangunan yang berkelanjutan," kata Khofifah di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa.
Khofifah menyampaikan di Jawa Timur memiliki total 344 perguruan tinggi yang terdiri dari 17 perguruan tinggi swasta dam 327 perguruan tinggi negeri.
Keberadaan perguruan tinggi itu, kata dia, juga menjadikan Jawa Timur sebagai daerah terbanyak kedua di Indonesia yang memiliki jumlah mahasiswa, yakni sekitar 947.251 orang.
Angka tersebut begitu potensial, sehingga harus benar-benar dimaksimalkan dalam merancang pola pembangunan berkelanjutan yang menitikberatkan pada sumber daya manusia (SDM) unggul dan solusi konkret menjawab tangan global.
Salah satu kampus yang dikatakannya memiliki peran memperkuat upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dalam merealisasikan proses berjalannya pembangunan berkelanjutan adalah Universitas Brawijaya.
Terlebih kampus itu juga memiliki berbagai prestasi, seperti keberhasilannya menduduki peringkat ke-4 di Indonesia dalam Webometrics 2025, serta menduduki peringkat ke-9 di Indonesia dan peringkat 208 di Asia dalam QS World University Rankings 2024.
"UB salah satu penyumbang riset dan inovasi yang aplikatif terbesar di Indonesia, khususnya di Jawa Timur," ucap dia.
Dia menyebutkan di era saat ini beragam tantangan mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang dihadapi meliputi banyak sektor, mulai ketidakpastian ekonomi, perubahan iklim, sampai geopolitik.
Beragam dinamika itu mampu dijawab melalui sinergisitas dengan perguruan tinggi yang merupakan institusi pendidikan tempat lahirnya solusi berbasis ilmu pengetahuan.
Selain itu, perguruan tinggi ditegaskannya merupakan pihak yang menjadi mitra dalam pengaplikasian kebijakan.
"Bayangkan, dengan begitu banyaknya akademisi, berapa banyak inovasi, dan penelitian berdampak yang dihasilkan setiap saat," ujar Khofifah.
Pewarta: Ananto PradanaEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026