Madiun (ANTARA) - Sebanyak 1.405 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu di Pemerintah Kota Madiun melakukan penanaman Pisang Cavendish di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winongo Kota Madiun, Jawa Timur.

Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Madiun Muhammad Mahfud di Madiun, Kamis, mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk mendukung pengembangan TPA Winongo yang kini dalam tahap pembangunan menjadi piramida taman wisata buah, serta memberikan kontribusi nyata ASN terhadap upaya menjaga iklim.

"Kegiatan ini juga tindak lanjut arahan Wali Kota Madiun agar setiap PPPK paruh waktu yang akan menerima SK diwajibkan membawa dan menanam tanaman produktif. Jenis tanaman yang dibawa meliputi pohon pisang, rumput gajah mini, rumput jepang, dan serai," ujarnya.

Penanaman dipusatkan di kawasan TPA Winongo sesuai instruksi wali kota. Jumlah peserta mencapai 1.405 orang, masing-masing membawa tanaman sesuai ketentuan. Teknis pelaksanaan diatur Dinas Perkim.

Adapun pemilihan jenis tanaman mengacu pada rekomendasi Dinas Pertanian. Tanaman tersebut dinilai cocok untuk kondisi tanah di area TPA yang memiliki kandungan residu sampah.

Mahfud menjelaskan, penanaman itu juga bagian dari komitmen Pemkot Madiun untuk memperluas area hijau di lingkungan TPA.

"Selain penghijauan, ada tanaman produktif seperti pisang agar kawasan ini semakin bermanfaat," katanya.

Kegiatan serupa sebelumnya juga dilakukan oleh PPPK penuh waktu pada tahap pertama dan kedua. Penghijauan berkelanjutan di TPA Winongo menjadi upaya jangka panjang agar lokasi yang identik dengan sampah dapat bertransformasi menjadi ruang yang lebih tertata dan ramah lingkungan.

Untuk perawatan tanaman, BKPSDM memastikan adanya kolaborasi antar-perangkat daerah. Dinas Lingkungan Hidup sebagai penanggung jawab TPA dibantu Dinas Perkim untuk memastikan tanaman tetap terawat dan tumbuh optimal.

Mahfud berharap upaya penanaman tersebut dapat mengubah persepsi masyarakat terhadap TPA.

"Harapannya, TPA tidak lagi dipandang sebagai tempat yang kotor dan jorok. Sekarang sudah mulai hijau dan tertata. Ini menunjukkan pengelolaan sampah di Kota Madiun terus meningkat dan berlanjut," katanya.



Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026