Magetan (ANTARA) - Bupati Magetan Nanik Endang menyatakan pola asuh anak secara benar ikut mempercepat upaya penurunan kasus stunting di daerah itu.
"Stunting harus mendapatkan penanganan serius karena anak-anak adalah investasi masa depan. Meskipun angka stunting Magetan berhasil turun, namun masih ada balita yang perlu penanganan cepat," ujar dia dalam kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Bergizi untuk Balita Posyandu dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Pendopo Surya Graha Magetan di Magetan, Selasa.
Pihaknya menekankan pentingnya pola asuh ibu dan keteraturan kunjungan ke posyandu sebagai kunci utama keberhasilan percepatan penurunan stunting.
Ia juga meminta ibu-ibu untuk memberikan makanan bergizi dan menghindari makanan cepat saji.
"Melalui pola asuh yang benar, seperti ibu memasak sendiri untuk anak balita, maka akan dapat mencegah stunting. Berikan makanan yang sehat dan bergizi agar anak tumbuh menjadi generasi sehat, cerdas, dan unggul," katanya.
Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam hal ini Bakorwil I Madiun atas dukungan penanganan stunting di Magetan.
Ia mengatakan stunting bukan hanya isu kesehatan, tetapi menyangkut masa depan generasi muda dan masa depan bangsa.
"PMT ini ditujukan untuk mendukung intervensi penurunan stunting yang menunjukkan hasil positif di Magetan. Angka stunting Magetan turun menjadi 10,2 persen, dan di bulan timbang mencapai 8,2 persen. Magetan juga mendapat reward dari Kementerian Kesehatan sebesar Rp5,9 miliar," kata Bupati Nanik.
Kepala Bakorwil I Madiun R Heru Wahono Santoso mengatakan PMT merupakan program Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam upaya menekan angka stunting.
"Prevalensi stunting Jawa Timur berada di angka 14,7 persen, nomor dua terendah secara nasional setelah Bali, dan terbaik di Pulau Jawa," kata dia.
Ia menyebutkan keberhasilan ini merupakan kontribusi seluruh kabupaten/kota, termasuk Magetan yang dinilai memiliki capaian baik.
"Di wilayah Bakorwil Madiun, rata-rata stunting berada di kisaran 11 persen. Magetan di angka 10,2 persen, artinya sudah di bawah rata-rata dan cukup bagus," katanya.
Heru menegaskan bahwa program PMT dilaksanakan di enam kabupaten prioritas di wilayah Bakorwil Madiun meliputi Kabupaten Ngawi, Ponorogo, Kabupaten Madiun, Magetan, Tulungagung, dan Trenggalek dengan sasaran mencapai 1.200 paket PMT.
Dalam kegiatan ini, Kabupaten Magetan menerima 200 paket PMT dari total 1.200 balita sasaran, berupa bahan pangan bergizi seperti beras, gula, telur, dan margarin.
Pewarta: Louis Rika StevaniEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026