Anak-anak di Surabaya harus mendapatkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, aman, dan nyaman. Ini PR yang harus kita tuntaskan bersama.

Surabaya (ANTARA) - Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso menyebut perhatian terhadap kelompok rentan dan persoalan pendidikan masih menjadi  tantangan pembangunan di Kota Surabaya.

“Alhamdulillah hari ini kami sudah menjalankan titik terakhir reses periode tahun 2025 ini. Dari hasil penyerapan aspirasi perhatian terhadap kelompok rentan, persoalan pendidikan hingga infrastruktur masih menjadi tantangan Surabaya sebagai kota metropolitan dan pusat ekonomi Indonesia Timur,” katanya usai reses di  Simogunung Kramat Timur, Surabaya, Senin.

Cahyo menjelaskan perhatian terhadap kelompok rentan seperti lanjut usia, perempuan, anak, dan penyandang disabilitas menjadi isu mendesak yang harus ditingkatkan. 

Menurut dia, Pemerintah Kota Surabaya telah melakukan berbagai upaya, namun dukungan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat juga diperlukan.

Selain itu, sektor pendidikan juga mendapat banyak aspirasi dari masyarakat, terutama mengenai pemerataan kualitas layanan dan infrastruktur pendidikan, baik di sekolah negeri maupun swasta.

“Anak-anak di Surabaya harus mendapatkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, aman, dan nyaman. Ini PR yang harus kita tuntaskan bersama,” kata Ketua Partai Gerindra Surabaya ini. 

Cahyo juga menyoroti kondisi infrastruktur di tengah memasuki musim penghujan, keluhan warga terkait penanganan banjir dan kemacetan disebutnya masih perlu ditingkatkan melalui pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Sementara itu, saat reses di Simogunung Kramat Timur, Surabaya, ibu rumah tangga asal 
RT 6 RW 2,  Meydi mengapresiasi keberadaan program sekolah rakyat yang bisa menjadi jalan keluar masalah pendidikan bagi masyarakat miskin.

Dirinya mempertanyakan cara untuk bisa masuk sekolah rakyat, karena di lingkungannya banyak anak putus sekolah disebabkan keterbatasan ekonomi.

Bagaimana cara daftar SR karena di sekitar lingkungan saya banyak anak yang ekonominya kurang sehingga anak putus sekolah.



Pewarta: Faizal Falakki
Editor : A Malik Ibrahim

COPYRIGHT © ANTARA 2026