Dengan AI, 30 menit sebelum kondisi kritis, kami sudah mendapat alert
Surabaya (ANTARA) - Siloam Hospitals Surabaya meresmikan Mochtar Riady Center for Advanced Care yang menghadirkan layanan berteknologi tinggi untuk memperkuat kapasitas rujukan kesehatan di Jawa Timur dan Indonesia Timur melalui fasilitas dan tenaga medis unggulan.
Presiden Direktur Siloam International Hospitals David Utama di Surabaya, Kamis mengatakan pembangunan pusat layanan ini merupakan langkah strategis untuk menjawab kebutuhan penanganan penyakit kompleks di kawasan timur.
“Kenapa disebut Advanced Care? Karena penyakit yang ingin kita tangani di Jawa Timur dan Indonesia Timur ini sangat kompleks. Dokter spesialis kami lebih dari 150, dan mereka harus didukung teknologi paling canggih agar penanganan bisa optimal,” ujar David.
MRCAC memiliki 11 lantai dan 212 tempat tidur, serta perangkat medis tingkat lanjut seperti Computed Tomography (CT) Scan 512 Slices, Positron Emission Tomography (PET) Scan, Magnetic Resonance Imaging (MRI) 1.5 Tesla, Catheterization Laboratory (Cath Lab), Linear Accelerator (LINAC), CUVIS Joint Robot, hingga fasilitas rehabilitasi terpadu.
David menyebut Intensive Care Unit (ICU) baru MRCAC kini dilengkapi sistem pemantauan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dapat memberi peringatan 30 menit sebelum pasien memasuki kondisi kritis.
“Dulu ICU menunggu pasien drop baru kita bertindak. Dengan AI, 30 menit sebelum kondisi kritis, kami sudah mendapat alert. Ini lompatan besar untuk keselamatan pasien,” katanya.
Ia menambahkan Siloam telah menyiapkan fondasi kecerdasan buatan melalui rekam medis elektronik (Electronic Medical Record/EMR) terpusat yang mengintegrasikan data dari 41 rumah sakit.
Executive Director Siloam Hospitals Surabaya dr Maria Magdalena Padmidewi menuturkan hadirnya teknologi canggih tersebut diharapkan membuat masyarakat tidak perlu lagi berobat ke luar negeri.
“Banyak warga pergi ke Singapura atau Malaysia karena merasa alat kita kurang lengkap. Di sini CT Scan 512 slice saja sudah ada. Radiasinya rendah, waktu pemindaian cepat, dan hasil sangat detail. Tidak banyak rumah sakit yang punya,” kata dr Maria.
Menurut dia, keberadaan teknologi mutakhir harus disertai kompetensi dokter agar pelayanan mencapai hasil optimal.
“Alat canggih harus dioperasikan dokter yang kompeten. Kalau tidak, percuma. Kombinasi alat dan SDM inilah yang harus membuat masyarakat percaya untuk berobat di negeri sendiri,” ungkapnya.
MRCAC didukung 175 dokter spesialis dari 24 spesialisasi dan 56 subspesialisasi, dengan fokus menjadi pusat rujukan Indonesia Timur di bidang kardiologi, onkologi, dan ortopedi.
Pendiri Siloam International Hospitals Dr Mochtar Riady menyampaikan visinya agar masyarakat Indonesia memperoleh layanan kesehatan bermutu tanpa harus ke luar negeri.
“MRCAC adalah wujud visi kami menghadirkan layanan global yang berpadu empati. Kami ingin warga Surabaya dan Indonesia Timur mendapatkan pelayanan terbaik tanpa harus pergi ke luar negeri,” ujarnya.
Mewakili Menteri Kesehatan, Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan dr Sunarto, M.Kes, mengapresiasi fasilitas baru tersebut yang dinilai mendukung transformasi layanan rujukan nasional.
“Transformasi layanan rujukan diarahkan pada peningkatan akses, standarisasi layanan berkualitas, serta penanganan 10 penyakit prioritas nasional. Siloam Surabaya mendukung agenda ini melalui layanan unggulan di kardiologi, onkologi, dan ortopedi,” tutur Sunarto.
Pewarta: Willi IrawanEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026