Surabaya (ANTARA) - SMA Muhammadiyah 10 Surabaya (SMAMX) memperkuat posisinya sebagai sekolah inklusi unggulan Indonesia setelah resmi menjalin kerja sama dengan SEAMEO-SEN (Southeast Asian Ministers of Education Organization – Regional Centre for Special Educational Needs) di Melaka, Malaysia, Selasa.
Direktur SEAMEO-SEN Madam Jamilah binti Kadir mengatakan pendidikan inklusi saat ini harus beradaptasi dengan berbagai perubahan sosial dan teknologi yang memunculkan bentuk-bentuk kebutuhan baru pada peserta didik.
“Permasalahan siswa berkebutuhan khusus tidak lagi hanya terkait keterbatasan fisik atau intelektual seperti tunanetra dan tunagrahita, tetapi juga meluas ke aspek psikologis dan gangguan emosional seperti kecanduan gim, depresi dan stres,” kata Madam Jamilah dalam keterangannya yang diterima di Surabaya, Selasa.
Ia menilai sekolah seperti SMAM X yang sejak 2014 konsisten membuka akses bagi siswa dengan beragam karakteristik menjadi contoh nyata praktik inklusi yang progresif di Indonesia.
Sementara itu, Kepala SMAM X Salim Bahrisy menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi bentuk pengakuan terhadap komitmen sekolah dalam mengembangkan layanan pendidikan yang merangkul semua siswa tanpa diskriminasi.
“Kerja sama ini bukan hanya kebanggaan, tetapi juga tantangan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kami. Dukungan SEAMEO-SEN memberi motivasi besar agar kami semakin siap menghadapi dinamika pendidikan inklusi modern,” ujarnya.
Hal tersebut, kata dia, diperkuat dengan prestasi siswa berkebutuhan khusus SMAM X, Muhammad Izza Nashrullah, yang berhasil meraih juara pertama lomba inovasi teknologi dalam kompetisi robotik tingkat ASEAN di UNIMY Kuala Lumpur.
Capaian tersebut, lanjutnya, menunjukkan bahwa pendekatan pendidikan inklusif yang dijalankan SMAMX tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan siswa, tetapi juga mendorong mereka mencapai potensi tertinggi.
Ia berharap, melalui kemitraan dengan SEAMEO-SEN, SMAMX berharap dapat menjadi model sekolah inklusi bagi lembaga pendidikan lain di Indonesia dan kawasan ASEAN.
“Kolaborasi ini kami harapkan dapat memperluas jejaring dan meningkatkan kapasitas tenaga pendidik dalam menangani siswa berkebutuhan khusus secara profesional dan berkelanjutan,” kata Salim.
Kerja sama antara SMAMX dan SEAMEO-SEN mencakup program pelatihan bagi guru yang menangani siswa berkebutuhan khusus serta pengembangan metode pembelajaran inklusif yang disesuaikan dengan tantangan zaman.
SEAMEO-SEN sendiri, merupakan lembaga di bawah naungan Kementerian Pendidikan negara-negara ASEAN yang berfokus pada pengembangan pendidikan inklusif di kawasan Asia Tenggara.
