Bojonegoro - Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro, Jatim, Subekti, optimistis, target tanaman padi musim tanam tahun ini seluas 100.500 hektare bisa tercapai, sebab hingga Juni luas tanaman padi terpanen sudah mencapai 95 ribu hektare lebih. "Padi musim tanam (MT) I kemarau pada Juni ini yang panen sekitar 22 ribu hektare, tapi pada panen musim hujan lalu hingga April, tanaman padi yang terpanen luasnya sudah mencapai 75 ribu hektare lebih," katanya di Bojonegoro, Selasa. Ia menjelaskan, tanaman padi seluas 75 ribu hektare lebih itu berada di irigasi teknis maupun nonteknis. Produksinya cukup bagus, dengan hasil rata-rata sekitar 7 ton gabah kering sawah (GKS) per hektare. Namun, lanjutnya, pada MT I kemarau ini, luas tanaman padi 22 ribu hektare, dan dari luas itu 6.773 hektare di antaranya berada di sejumlah desa di Kecamatan Sumberrejo, Kepohbaru, Kanor dan Baureno, mengalami kekeringan. "Tanaman padi itu, tidak bisa memperoleh pasokan air, karena lokasinya jauh dari jaringan irigasi Waduk Pacal," paparnya. Padahal, menurut dia, tanaman padi seluas 6 ribu hektare lebih itu dengan usia berkisar 40-45 hari, masih membutuhkan air untuk pembuahan. Sebaliknya, katanya, tanaman padi di sejumlah desa di Kecamatan Sukosewu, Balen, Kapas dan Sumberrejo, yang bisa memperoleh pasokan air irigasi Waduk Pacal, bisa panen dengan normal. "Tapi, tanaman padi yang mengalami kekeringan itu, tidak menganggu target luas tanaman padi di Bojonegoro, termasuk target produksinya," katanya. Lebih lanjut ia menjelaskan, target produksi tanaman padi seluas 100.500 hektare itu, diperhitungkan mencapai 764.128 ton gabah kering giling (GKG). "Pengalaman musim tanam tahun lalu, target luas tanaman padi dan produksinya bisa selalu terlampaui," katanya menjelaskan. Apalagi, lanjutnya, para petani di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo, pada kemarau ini, masih tetap menanam padi dengan sistem pompanisasi, yang luasnya mencapai 15 ribu hektare. Lokasinya, jelasnya, di sejumlah desa di Kecamatan Kanor, Kalitidu, Baureno, Dander, Trucuk, Malo, dan kecamatan lainnya, yang berpotensi bisa menambah luas tanaman padi. (*)

Pewarta:

Editor : FAROCHA


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012