Perum Bulog Cabang Banyuwangi kembali menerima kiriman beras impor dari Vietnam sebanyak sekitar 15.000 ton untuk didistribusikan ke beberapa daerah lainnya.

Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Banyuwangi Harisun mengatakan belasan ribu ton beras impor dari Vietnam yang diangkut menggunakan kapal itu tiba di Pelabuhan Tanjung Wangi, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, beberapa hari lalu dan sudah mulai membongkar muatan berasnya.

"Sampai dengan hari ini beras impor tersebut sudah 60 persen diturunkan dari kapal dan disimpan di Gudang Bulog Ketapang. Memang sedikit ada kendala saat bongkar dari kapal, karena cuaca hujan," katanya saat dihubungi di Banyuwangi, Selasa.

Dari sekitar 15.000 ton beras impor tersebut, kata Harisun, selain untuk kebutuhan dan persediaan di Banyuwangi, nantinya juga akan didistribusikan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) karena Bulog Banyuwangi mendapatkan tugas dari Bulog pusat untuk mendistribusikan beras ke dua daerah itu.

Ia menyebutkan, dari 15.000 ton beras impor yang diterima Perum Bulog Cabang Banyuwangi itu, 13.000 ton di antaranya akan didistribusikan ke NTT dan NTB.

"Jadi, kami juga mendapatkan tugas mendistribusikan beras impor yang kami terima ke NTT dan NTB. Sisanya 2.000 ton untuk stok kebutuhan maupun persediaan di Banyuwangi," kata Harisun pula.

Dia menjelaskan bahwa tujuan pengiriman beras impor ke NTT dan NTB tidak lain untuk pemerataan stok beras di seluruh Indonesia, karena kedua daerah tersebut merupakan daerah yang kekurangan stok beras.

Sedangkan stok beras di Gudang Bulog Banyuwangi, Harisun memastikan cukup untuk kebutuhan tiga bulan ke depan.

"Sampai hari ini stok beras di Bulog Banyuwangi masih mencukupi tiga bulan ke depan, yakni stok di gudang masih tersisa 5.500 ton," katanya.

Sebelumnya, pada September 2023 Bulog Banyuwangi juga menerima beras impor dari Vietnam dan Thailand sebanyak sekitar 24.000 ton, dan juga didistribusikan ke beberapa daerah lainnya, di antara Bulog Bali, NTT, NTB serta Bulog Bondowoso (Jawa Timur).

Pewarta: Novi Husdinariyanto

Editor : Fiqih Arfani


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2024