Pemerintah Kabupaten(Pemkab) dan Kepolisian Resor(Polres) Jember, Jawa Timur membentuk kampung tangguh antinarkoba di Kelurahan Jember Lor untuk mencegah peredaran narkoba di kabupaten setempat. 

"Ada beberapa motivasi atas dibentuknya kampung tangguh antinarkoba di Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang diantaranya karena pernah ada penangkapan besar kasus narkoba di wilayah itu," kata Kasat Reserse Narkoba Polres Jember Sugeng Iryanto dalam keterangan diterima di Jember, Sabtu.

Selain itu, lanjut dia, berdasarkan data tercatat banyak pengungkapan kasus narkoba di wilayah Kelurahan Jember Lor. Bahkan, pernah ditemukan adanya pengungkapan satu kilogram sabu-sabu dan ratusan ribu hingga jutaan pil koplo di kawasan kelurahan setempat.

Baca juga: Bupati Jember: Karnaval pelajar bantu gerakkan perekonomian warga

"Berdasarkan data pengungkapan pada tahun 2022, omzet peredaran narkoba yang terjadi di wilayah Kelurahan Jember Lor mencapai Rp100 miliar dan daerah itu diduga menjadi tempat transit peredaran narkoba dari satu daerah ke daerah lain," tuturnya.

Dengan adanya kampung tangguh antinarkoba, lanjut dia, Polres Jember berharap hal yang sama dapat ditularkan untuk kelurahan dan desa lain hingga menyeluruh di Kabupaten Jember.

"Jadi kampung tangguh antinarkoba Jember Lor yang pertama di Jember dan nantinya akan diadakan sejumlah kegiatan yang menunjang adanya kampung tersebut," katanya.

Sugeng menjelaskan pihaknya akan melaksanakan pembinaan dan penyuluhan pada setiap RW dan RT di Kelurahan Jember Lor dan memberdayakan sukarelawan narkoba dengan tujuan sebagai upaya untuk membantu pencegahan peredaran narkoba di wilayah setempat.

"Kami bersama pihak RW akan mengaktifkan kegiatan kepemudaan dengan memberikan penyuluhan agar mereka terhindar dari kasus narkoba, tentu nanti akan ada inovasi dari pemuda dan warga setempat untuk menangkal peredaran narkoba di kampung itu," ujarnya.
 

Pewarta: Zumrotun Solichah

Editor : Taufik


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023