Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperta) Kabupaten Madiun, Jawa Timur, mencatat luas tanam tembakau di wilayah setempat dalam beberapa tahun terakhir meningkat signifikan seiring dengan besarnya keuntungan yang diperoleh petani saat menanam komoditas perkebunan strategis tersebut.

"Saat ini, total lahan tembakau di Kabupaten Madiun mencapai 160 hektare," kata Kepala Bidang Perkebunan, Disperta Kabupaten Madiun Imron Rasidi di Madiun, Jumat.

Menurut dia, minat bercocok tanam tembakau petani di Kabupaten Madiun terdongkrak dan semakin meluas dalam tiga tahun terakhir.

Data dinas setempat mencatat, luas tanam tembakau di Kabupaten Madiun pada tahun 2021 hanya 65 hektare. Luasan tersebut naik di tahun 2022 yang mencapai 120 hektare lahan tembakau, dan tahun ini sudah sekitar 160 hektare.

Ia menjelaskan, peningkatan luas lahan tembakau tersebut berada di wilayah pegunungan. Umumnya, bulan April menjadi masa tanam para petani tembakau.

"Petani memanfaatkan lahan kering yang tidak bisa ditanami tanaman lain, mayoritas di lereng-lereng Gunung Wilis," katanya.

Peningkatan luas lahan tembakau tersebut, lanjut dia, karena beberapa faktor, di antaranya kemudahan pemasaran dan keuntungan yang menjanjikan sehingga minat petani untuk menanamnya juga tinggi.

"Dulu, pemasaran agak sulit. Sekarang, sudah ada kerja sama dengan perusahaan melalui pihak ketiga," katanya.

Ia menambahkan pada umumnya berbagai jenis tembakau dengan masa panen antara tiga sampai empat bulan bisa tumbuh di Kabupaten Madiun. Namun, kebanyakan petani setempat memilih jenis Kasturi.

Hal itu karena tembakau Katsuri pemasarannya lebih mudah dan harganya tinggi. Tahun lalu, petani Kabupaten Madiun mendapat harga cukup bagus, yakni Rp39 ribu per kilogram untuk daun tembakau kering.

 

Pewarta: Louis Rika Stevani

Editor : Abdul Hakim


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023