Perempuan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, saat ini sedang memfokuskan diri melakukan pendampingan petani pascapanen, tujuannya meningkatkan kesejahteraan.

"Upaya ini dilakukan agar kesejahteraan petani dan nelayan bisa terangkat. Dan ini, menjadi program prioritas kami dengan melakukan penggalian potensi produk hasil panen," kata Ketua Perempuan HKTI Lamongan, Reni Setiawati saat ditemui di Surabaya, Selasa.

Ia mengatakan, fokus pendampingan dilakukan dengan mendorong produktivitas dan pemasaran pascapanen.

Baca juga: Pemuda Tani HKTI komitmen wujudkan regenerasi pertanian

"Bagaimana caranya hasil panen bisa meningkat nilai ekonominya. Tentunya, komoditas itu harus menjadi salah satu produk yang berdaya saing dan memiliki nilai ekonomis tinggi, sehingga terwujud kemandirian ekonomi untuk petani," kata Reni.

Ia menjelaskan, peningkatan nilai tambah produk pertanian ini menjadi sangat penting di Lamongan, karena potensi sektor agro-nya sangat tinggi. Bahan baku agro di Lamongan berlimpah, mulai dari pertanian pangan dan hortikultura, perikanan hingga perkebunan.

"Potensi pertanian di Lamongan sangat besar, utamanya di komoditas pertanian pangan dan kelautan," katanya.

Baca juga: HKTI Jember tolak kebijakan pemerintah untuk impor beras

Untuk komoditas pertanian pangan misalnya, pada tahun 2021 produksi beras di Lamongan adalah yang tertinggi di Jawa Timur, mencapai 792.667 ton per tahun.

Sedangkan produksi jagung mencapai 368.518 ton per tahun dan produksi kedelai mencapai 7.952 ton per tahun. Tetapi selama ini hasil panen itu langsung dijual ke luar dalam volume besar dan tidak dikemas dengan pengemasan jenama yang bagus.

"Selama ini, komoditas beras yang dihasilkan langsung dijual ke luar dalam tonase tanpa merek, tanpa branding produk. Seandainya produk itu diperbaiki, dikurasi dan dipenuhi legalitasnya, pasti bisa masuk ke toko modern. Karena di toko modern kan juga ada beras kemasan. Harapan kami Lamongan juga melakukan hal itu," kata Reni.

Reni yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Bidang Pemberdayaan UMKM dan Pedagang Pasar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Lamongan itu, menjelaskan, perempuan HKTI Kabupaten Lamongan akan berupaya membantu mengemas produk dengan memunculkan jenama dari Lamongan yang dilengkapi dengan legalitas dan sertifikasi halal.

"Dan Alhamdulillah, sekarang sudah mulai bergerak dibantu Bupati Lamongan, kami berupaya mem-branding beras dari Lamongan. Saat ini, ada sekitar 15 jenis produk beras dari Lamongan yang sudah ada merek dan legalitasnya hingga bisa masuk ke toko modern di Lamongan, salah satunya beras merek Dua Paus," katanya.

Selain itu, Perempuan HKTI Lamongan juga berupaya melakukan diversifikasi produk dari turunan padi, yaitu pengolahan bekatul atau ampas padi untuk dijadikan minyak.(*)

Pewarta: A Malik Ibrahim

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2022