Program Electrifying Agriculture atau kelistrikan di bidang pertanian yang digagas oleh PT PLN (Persero) meningkatkan produksi pertanian pada tiga usaha hidroponik di Surabaya, yakni Kebun Sayur Surabaya, Jawara Farm dan KRPL Serpis.

General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (UIP JBTB), Muhammad Ramadhansyah, di Surabaya, Kamis mengatakan, program Electrifying Agriculture itu merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) dengan memberikan bantuan berupa peralatan produksi berbasis listrik.

Peralatan yang digunakan adalah untuk meningkatkan pencahayaan, penyiraman dan kontrol suhu, sehingga peralatan tersebut membuat tanaman hidroponik tumbuh lebih cepat, dan lebih cepat panen.

Baca juga: PLN mulai pasang kabel SKTT di Jembatan Suramadu

"Tak sekadar itu, PLN juga memberikan bantuan berupa sarana prasarana hidroponik guna penambahan areal produksi di lahan fasilitas umum yang telah diberikan izin oleh Pemerintah Kota Surabaya," katanya.

Dia mengatakan, pemanfaatan listrik untuk pertanian hidroponik dapat membuat waktu panen semakin cepat, sehingga diharapkan berdampak positif untuk meningkatkan penghasilan.

"Dengan pemakaian listrik untuk usaha ini tentunya dapat meningkatkan produktivitas pertanian hidroponik sehingga diharapkan kualitas tanaman meningkat dan waktu panen lebih cepat," ujarnya.

Baca juga: Konsumsi listrik di Jatim pada semester I/2022 tumbuh 2,41 persen

Ketua Kawasan Rumah Pangan Lestrasi (KRPL) Serpis, Yuni mengakui, omzet yang didapat setelah adanya program itu sekitar 20 persen, dan dirinya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan PLN.

"Kami sangat berterima kasih atas bantuan PLN. Kami berharap usaha ini akan terus meningkat, sehingga kesejahteraan kelompok dapat ditingkatkan," tutur Yuni.(*)

Pewarta: A Malik Ibrahim

Editor : Chandra Hamdani Noor


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2022