Pemerintah Kota Surabaya dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terus bersinergi dalam rangka menangani persoalan kesehatan di Kota Pahlawan, Jawa Timur.

"Semoga seluruh dokter di Kota Surabaya selalu diberikan kemudahan dan kekuatan dari Gusti Allah untuk melayani masyarakat," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat kegiatan Halal Bihalal IDI dan Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Cabang Surabaya di Surabaya, Minggu.

Menurut dia, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya saat ini tengah membenahi sistem pelayanan kesehatan di seluruh fasilitas kesehatan (fasyankes) untuk mempercepat penuntasan bayi stunting, gizi buruk, menekan angka kematian ibu dan bayi, hingga penurunan kasus aktif COVID-19.

Eri mengatakan, pemkot selalu mengutamakan kesehatan masyarakat dengan saling bersinergi antara tenaga kesehatan, Kader Surabaya Hebat, hingga Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Surabaya.

Sebab, kata dia, ilmu kesehatan sangat berpengaruh penting untuk menciptakan generasi sehat dan hebat, sebagai calon pemimpin bangsa di masa depan.

"Salah satu contoh yang dekat dengan kita adalah saat Surabaya diguncang COVID-19, Pemkot Surabaya terus didampingi oleh para dokter hebat yang tengah berjuang untuk membantu Negara Indonesia segera terbebas dari pandemi," kata Eri.

Bahkan, lanjut dia, ketika pemkot menghadapi bayi stunting dan gizi buruk, langsung direspons cepat oleh IDI Surabaya. Bahkan, seluruh perguruan tinggi yang terdapat Fakultas Ilmu Kedokteran di Kota Surabaya turut berpartisipasi untuk mengentaskan persoalan kesehatan.

"Mereka berbondong-bondong langsung menangani gizi buruk, mulai dari memberikan vitamin dan menghitung gizi makanan. Setelah dibantu oleh IDI dan perguruan tinggi, dari 6.000 bayi stunting dalam kurun waktu empat bulan langsung turun drastis menjadi 1.000 saja," kata dia.

Dia mengatakan, di masa yang akan datang ilmu kedokteran akan menjadi ujung tombak dalam membuat sebuah negara menjadi hebat dan makmur. Tak hanya itu, dia juga meminta maaf kepada para dokter yang hadir dalam kegiatan tersebut, apabila warga Kota Surabaya ada yang memarahi, hingga menyalahkan para dokter mengenai pelayanan yang diberikan.

"Saya minta maaf sebagai warga Kota Surabaya, seakan akan pelayanan belum bagus, padahal para dokter ini sudah luar biasa menangani masyarakat yang beraneka ragam. Saya minta panjenengan (anda) untuk sabar menghadapi warga Surabaya," ujar dia.

Sementara itu Ketua IDI Cabang Surabaya dr Brahmana Askandar mengatakan selama dua tahun terakhir, pihaknya bersama Pemkot Surabaya terus bahu-membahu menyelesaikan berbagai macam persoalan mengenai pandemi COVID-19.

Dia juga mengapresiasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya yang ikut berjuang melawan COVID-19. "Terima kasih Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi atas dukungannya, sehingga memudahkan kami dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat," kata dia.

Pewarta: Abdul Hakim

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2022