Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mendorong kaum muda di daerah setempat untuk lebih memanfaatkan teknologi dalam berbisnis, sehingga jangkauannya lebih luas.

"Saya mengajak anak-anak muda untuk lebih atraktif memanfaatkan teknologi dan sosial media. Kembangkan apa saja yang kita mau. Anak muda harus kreatif, inovatif dan bisa menghasilkan. Kita bisa lihat dunia bisnis ini peluangnya sangat besar sekali," katanya dalam seminar daring Dinus Inside di Kediri, Senin.

Ia mengungkapkan pandemi COVID-19 yang terjadi membuat semua orang harus bisa beradaptasi. Bukan hanya pebisnis yang beradaptasi, namun semua orang juga beradaptasi.

Ditambah lagi, saat ini dunia sedang mengalami disrupsi, sehingga banyak perubahan yang terjadi seperti, pergeseran gaya beli, konsumen yang mudah bosan, hingga persaingan yang ketat.

Wali Kota dengan latar belakang pengusaha ini juga membagikan faktor penentu keberhasilan bisnis, di antaranya unique selling point, pemanfaatan teknologi digital, dan service delivery. Ketiga faktor ini harus dimiliki dalam menjalankan bisnis.

Ia mencontohkan banyak pengusaha muda yang cukup sukses di Kota Kediri, seperti bayleaf.id, Tenun Bandoel, Kaos Kecakot, Greasy Wheels, A-soy Sari Kedelai, de-Yami Cookies, Jas Tailor, Wish Hair Studio, dan Laue Burger. Mereka menyatukan antara kreasi dan inovasi.

"Sebagai generasi muda menurut saya harus adaptif dalam segala perubahan, jangan takut mencoba, menaklukkan tantangan, dan just do it. Mulailah dari sekarang karena waktu terus berjalan. Jangan mau kalah dengan orang lain," kata dia.

Wali Kota Kediri hadir menyampaikan tantangan berkreasi dan berinovasi dalam dunia usaha untuk anak muda di era kenormalan baru yang disampaikan dalam Dinus Inside 2021 melalui zoom meeting dan live pada kanal YouTube TV Ku.

Dinus Inside merupakan kegiatan yang diadakan untuk menyambut mahasiswa baru yang telah terdaftar di kampus Udinus Semarang dan Kediri. Kegiatan ini diikuti 3.717 mahasiswa baru tahun ajaran 2021 baik dari pasca sarjana, sarjana, dan diploma.

Dalam seminar itu, animo para mahasiswa baru juga tinggi. Seperti yang ditanyakan Mohammad Arkhan Maulana, yang meminta masukan sebagai generasi milenial hal apa yang bisa dilakukan untuk membantu perkembangan Kota Kediri.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Wali Kota Kediri mengungkapkan Pemerintah Kota Kediri saat ini sangat terbuka. Sebelum pandemi, ada forum Ketemu Santai Bareng Wali Kota (Ketawa). Forum itu berisi anak-anak muda yang menyampaikan gagasannya untuk dijadikan program oleh Pemerintah Kota Kediri.

Di masa seperti ini, generasi muda dapat membantu pemerintah dengan cara memberikan edukasi kepada masyarakat. Semakin banyak anak muda yang bergerak di Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar yakin ke depan Kota Kediri akan semakin bagus.

"Di Kota Kediri kita ajak Rukun Tetangga (RT) membangun daerahnya masing-masing agar ke depan makin setara. Jadi antara tengah kota dan kampung-kampung gap pembangunannya tidak lebar. Ke depan ada bidang perekonomian dibangun kalian bisa membantu mengenalkan mereka ke marketplace, membuatkan program, atau digital marketing. Itu harapan saya," kata dia. 

Pewarta: Asmaul Chusna

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2021