Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Surabaya memberikan santunan dan piagam penghargaan kepada enam orang perawat di kota setempat yang meninggal dunia akibat terpapar COVID-19.

Ketua DPD PPNI Kota Surabaya Misutarno, S.Kep.Ns menyerahkan secara langsung santunan dan piagam penghargaan sebagai pejuang kemanusiaan kepada perwakilan keluarga atau ahli waris perawat di Kantor DPD PPNI Kota Surabaya, Jumat.

Misutarno mengatakan enam orang perawat yang mendapatkan santunan dan piagam penghargaan adalah perawat RSUD Dr. Soetomo Surabaya atas nama Mudjiono, perawat RSAL Dr. Ramelan Surabaya bernama Pujianto, dan perawat RSUD Dr. M. Soewandhie Surabaya dengan nama Dyah Prima Retnani.

Selanjutnya, perawat RSAU Soemitro Surabaya Taseli Darmawan, perawat Rumkitalmar Ewa Pangalila Surabaya Juwari, dan perawat RS Bunda Surabaya Moh. Endro Margono. 

"Pemberian santunan dan piagam penghargaan kepada para perawat yang meninggal dunia akibat COVID-19 ini sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan kepada mereka yang menjadi garda terdepan dalam membantu penanganan pasien COVID-19," ujar Misutarno.

Baca juga: Perawat RSUA meninggal dunia akibat terpapar COVID-19
Baca juga: 822 perawat di Jatim terpapar COVID-19

Ia mengungkapkan hingga saat ini perawat di Kota Surabaya yang meninggal dunia akibat terpapar COVID-19 sebanyak 17 orang. 

Beberapa waktu sebelumnya, sebanyak 11 orang perawat yang meninggal dunia akibat virus corona sudah diberikan santunan dan piagam penghargaan melalui masing-masing keluarga maupun ahli waris. 

"Masing-masing perawat yang meninggal dunia akibat COVID-19 ini mendapatkan santunan berupa uang tunai sebesar Rp7,5 juta. Rinciannya, santunan dari DPP PPNI Pusat sebesar Rp5 juta, dari DPW PPNI Jawa Timur sebesar Rp1,5 juta, dan dari DPD PPNI Kota Surabaya sebesar Rp1 juta," katanya.

Baca juga: Perawat RSI Ahmad Yani Surabaya meninggal dunia akibat COVID-19
Baca juga: Hari ini dua perawat di Surabaya meninggal terpapar corona

Kamila Wahyulita Hardina, putri dari perawat RSUD Dr. M. Soewandhie Surabaya Dyah Prima Retnani, merasa terharu dan mengapresiasi santunan yang diberikan PPNI sebagai organisasi profesi keperawatan yang menaungi ibunya dalam bertugas.

"Saya pribadi sangat senang dengan pemberian santunan kepada ibu saya ini. Terima kasih kepada PPNI dan teman-teman ibu saya sesama perawat yang saat ini juga masih berjuang membantu merawat para pasien COVID-19 di rumah sakit," kata Kamila.

Berdasarkan data DPD PPNI Kota Surabaya hingga 28 Januari 2021, dari total perawat di Kota Surabaya yang berjumlah 14.721 orang, sebanyak 513 orang di antaranya terkonfirmasi positif COVID-19.

Dari jumlah perawat yang terinfeksi virus corona itu, sebanyak 281 orang saat ini menjalani perawatan di rumah sakit, 232 orang menjalani isolasi mandiri, dan 17 orang meninggal dunia.

Pewarta: Willy Irawan

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2021