Lima pasien positif terinfeksi virus corona atau COVID-19 di Tulungagung, Jawa Timur, menjalani karantina bersama di satu tempat khusus yang dirahasiakan lokasinya dengan pembagian ruang terpisah guna mencegah penularan lebih jauh ke warga lain.

Juru Bicara Satgas Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Tulungagung Bambang Triono mengatakan lima pasien baru yang dikonfirmasi positif COVID-19 itu dalam kondisi baik dan saat ini di karantina di satu tempat yang dirahasiakan.

"Mereka dikarantina di satu tempat yang kami jamin dan bisa dipertanggungjawabkan," kata Bambang Triono di Tulungagung, Minggu, tanpa menyebut detail lokasi karantina dimaksud.

Baca juga: Kontak pasien positif COVID-19, lima petugas medis RSUD Tulungagung diisolasi

Dari lima pasien positif COVID-19 tersebut, satu orang di antaranya diidentifikasi tertular usai mengikuti kegiatan pelatihan petugas haji di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

Sedangkan empat pasien positif lainnya tertular dari transmisi lokal atau ada riwayat kontak dengan pasien positif COVID-19.

"Iya, lima tambahan kasus (COVID-19) ini sebelumnya berstatus PDP (pasien dalam pengawasan)," kata Bambang.

Baca juga: Tiga pendatang dari zona merah dikarantina di Rusunawa IAIN Tulungagung

Dengan demikian, hingga saat ini di Tulungagung tercatat ada enam pasien positif terjangkit virus corona atau COVID-19. Mereka berasal dari Kecamatan Tulungagung (2), Kedungwaru (2), Ngantru (1), dan Campur Darat (1).

Bambang memastikan kondisi kelima pasien positif COVID-19 tersebut secara klinis sehat. Mereka tidak dirawat khusus di ruang isolasi RSUD dr. Iskak Tulungagung karena kondisi mereka secara klinis sehat.

"Tempatnya sangat bisa dipertanggungjawabkan. Dan mungkin dalam waktu dekat akan dilakukan swab kedua untuk memastikan perkembangan kondisinya saat ini," katanya.

Baca juga: Enam PDP COVID-19 di Tulungagung yang meninggal miliki riwayat kesehatan buruk

Selain penambahan kasus positif COVID-19, Satgas juga mendata saat ini ada sebanyak 57 orang yang berstatus PDP (pasien dalam pengawasan), dengan rincian 23 dirawat, 25 orang dalam pemantauan dan sembilan lainnya meninggal.

Sedangkan yang masuk kategori orang dalam pemantauan (ODP) jumlahnya lebih banyak lagi, yakni 802 orang, di mana 702 orang masih terus dipantau dan 100 orang lainnya berstatus negatif.

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2020