Malang, (Antara Jatim) - Gerakan literasi yang digaungkan pemerintah dalam satu tahun terakhir ini tidak hanya diaplikasikan di sekolah atau di lembaga pendidikan saja, tetapi sudah memasyarakat, bahkan poskamling di Kota Malang pun peduli literasi.

Sutikno (40), warga Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, menjadi pelopor gerakan literasi dan budaya membaca di wilayah perkampungan dengan memanfaatkan dan memberdayakan keberadaan poskamling yang ada di sekitar rumahnya.

"Saya berharap poskamling ini dikembalikan pada fungsinya sebagai pusat informasi warga sekaligus temnpat berkumpul untuk bersosialiasasi, bahkan ke depan bisa menjadi posko pengaduan bagi warga terkait apapun, termasuk pendidikan, layanan kesehatan dan lainnya," kata Sutikno di sela penyelesaian akhir renovasi pos kamling yang dilengkapi berbagai buku bacaan di Kelurahan Pandanwangi, Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu.

Kalau dulu poskamling hanya buka malam hari atau hanya pada saat jaga malam, katanya, sekarang harus dibuka selama 24 jam. Siang-sore untuk belajar dan taman baca bagi anak-anak, pada malam hari untuk belajar warga lainnya. Untuk belajarnya anak-anak dipandu oleh Sutikno langsung, sehingga buku bacaan anak-anak sesuai usia.

Ia menceritakan pada awalnya dirinya tidak tega melihat anak-anaknya dan teman-temannya bermain di pinggir jalan sambil menunggu bus yang lewat dan berteriak-teriak telolet..telolet... "Di RT kami kan ada ada poskamling, saya berinisiatif agar dimanfaatkan untuk taman baca, akhirnya saya bilang ke warga dan alhamdulillah mereka setuju," urainya.

Ia berharap anak-anak di kampungnya bisa menjadi anak-anak yang pintar. "Untuk mendukung fungsi poskamling cerdas ini, warga juga berinisiatif menggandeng akademisi agar turun ke kampung-kampung dan menerjunkan mahasiswanya supaya memberikan pendidikan kepada warga dan anak-anak," tambahnya.

Kehadiran Poskamling Peduli Literasi tersebut,  makin menguatkan dan bergerak linier dengan program pembangunan kampung tematik serta berkarakter yang digerakkan Wali Kota Malang  Mochamad Anton. Nafas yang dihadirkan selalu ditumpukan pada partisipasi dan keterlibatan warga untuk memberi warna pada lingkungan masing-masing.

"Saya menyambut positif dan mengapresiasi kehadiran Poskamling Peduli Literasi ini, apalagi ini tumbuh dari bawah (warga). Ini menunjukkan bahwa Kota Malang sebagai kota pendidikan tidak hanya diukur dari banyaknya lembaga pendidikan, namun juga didasarkan pada nilai-nilai pendidikan yang telah mengakar di masyarakat," tuturnya.

Dan, lanjutnya, membangun budaya baca adalah salah satu esensinya. "Keberadaan poskamling sering terabaikan fungsinya, bahkan banyak yang tidak terawat,  padahal poskamling merepresentasikan nilai-nilai keguyuban. "Dan, kita tahu kota Malang adalah kota pendidikan, namun budaya literasi masih belum kuat.  Keberadaan Poskamling Peduli Literasi ini semoga mampu memberi dorongan," ucapnya.

Keberadaan poskamling cerdas peduli literasi ini didanai dari swadaya warga dan IKIP Budi Utomo Malang. Kampus tersebut  memberikan pembinaan dan pendampingan.

Ketua Pengembangan IKIP Budi Utomo Malang Dr Nurcholis Sunuyeko mengatakan IKIP Budi Utomo mendukung penuh. Nantinya, mahasiswa asing dan mahasiswa lainnya siap membina warga, misalnya kursus bahasa asing.

"Ini menarik, mengingat Kelurahan Pandanwangi merupakan jalur wisata menuju Gunung Bromo dan Gunung Semeru. Bahasa asing sangat diperlukan dalam menyongsong Badan Otoritas Bromo Tengger Semeru," kata Nurcholis.(*)

Pewarta: Endang Sukarelawati

Editor : Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2017