Kediri (Antara Jatim) - Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Kediri, Jawa Timur,  menargetkan pembangunan Pasar Setonobetek, Kota Kediri, bsisa tuntas hingga delapan bulan.
     
"Berdasarkan kesepakatan, setelah relokasi kami lakukan, PU (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Kediri) akan lelang dan delapan bulan tuntas. Itu pun juga kekuatan relokasi satu tahun," kata Direktur PD Pasar Kota Kediri Saiful Yasin di Kediri, Kamis.
     
Ia mengatakan, proses relokasi sudah dilakukan oleh PD Pasar Kota Kediri dengan lokasi di belakang pasar setonobetek. Semua pedagang sudah pindah ke tempat tersebut. 
     
Di pasar tradisional tersebut, terdapat sebanyak 467 pedagang dengan beragam barang dagangan. Seluruh pedagang itu sudah didata, dan ke depan mereka akan diprioritaskan mendapatkan lapak di pasar setelah dibangun.
     
Selama masa pembangunan, ia mengatakan para pedagang diberi beban biaya retribusi sebesar Rp1.000 per hari. Namun, untuk biaya pascabangunan jadi, saat ini belum diputuskan.
     
Saiful menyebut, proses pembangunan pasar itu dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Kediri. Anggaran untuk pembangunan direncanakan sekitar Rp40 miliar.
     
"Yang membangun itu dinas pasar, sementara untuk PD pasar tugasnya hanya relokasi. Nantinya, dari gambar yang ada, desain pasar akan dibuat dua lantai," ujarnya.
     
Sementara itu, untuk relokasi, PD Pasar Kota Kediri menyiapkan anggaran sekitar Rp200 juta. Anggaran itu untuk keperluan pembangunan fisik sebagai tempat berjualan para pedagang sementara waktu. 
     
Ia menambahkan, untuk pembangunan awal yang akan dibangun di bagian blok depan. Jika blok depan bisa secepatnya diselesaikan, bisa ditempati oleh pedagang.
     
"Nanti ada perjanjian baru lagi, dan mengutamakan pedagang lama," katanya.
     
Ia juga berharap, setelah bangunan pasar setonobetek jadi, ke depannya bisa memberikan kontribusi yang lebih tinggi lagi ke pemerintah daerah. PD Pasar Kota Kediri, dalam laporan yang disampaikan akhir 2016, menyetorkan hingga Rp521 juta.  
     
"Harapannya tentu akan meningkatkan potensi PAD (pendapatan asli daerah). Yang kami sampaikan 2016 akhir itu mencapai Rp521 juta," katanya. (*)

Pewarta: Asmaul Chusna

Editor : Tunggul Susilo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2017