Sampang (Antara Jatim) - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapedda) Pemkab Sampang, Jawa Timur, menyatakan angka kemiskinan di wilayah itu menurun berkat program pemberdayaan yang telah dicanangkan pemerintah.

"Penurunan angka kemiskinan di Sampang ini, sesuai dengan data yang ada pada Badan Pusat Statistik mulai 2013 hingga 2015," kata Kepala Bidang Sosial Budaya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapedda) Pemkab Sutrisno di Sampang, Kamis.

Ia menjelaskan, pada tahun 2013 jumlah warga miskin di Kabupaten Sampang terdapat sebanyak 246.357 jiwa, pada tahun 2014 sebanyak 239.600 jiwa dan pada 2015 sebanya 236.211 jiwa.

Menurut Sutrisno, penurunan angka kemiskinan itu terjadi, berkat program pengentasan kemiskinan yang dicanangkan pemerintah selama ini. Antara lain seperti bantuan beras bagi warga miskin (raskin), pengobatan gratis, serta bantuan beasiswa bagi keluarga miskin.

Selain itu, penurunan angka kemiskinan terjadi, karena pendapatan rata-rata masyarakat juga mulai meningkat.

Sutrisno menjelaskan, warga yang masuk kategori miskin apabila rata-rata mereka hanya bisa berbelanja dibawah Rp250 ribu per bulan.

Di Sampang ini, sambung Sutrisno ada tiga kecamatan yang penduduknya terdata banyak masih hidup dibawah garis kemiskinan. Ketiga kecamatan itu masing-masing Kecamatan Kedungdung, Omben dan Kecamatan Camplong.

Sementara, untuk mengurangi angka kemiskinan, tahun ini pemerintah menambah jumlah penerima bantuan bagi warga miskin berupa beras, yakni yang disebut bantuan beras sejahtera (rastra).

"Pada tahun 2017 ini penerima bantuan rasta di Sampang mencapai 119.512 rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTS-PM). Sebelumnya hanya 108.647 RTS-PM," katanya.

Menurut Kabid Sosial pada Dinas Sosial Pemkab Sampang Arifin, penambahan jumlah penerima rastra tahun ini didasari perubahan acuan data yang dikeluarkan oleh BPS.

"Sebelumnya penerima raskin tahun 2016, sebanyak 108.647 RTSPM,  dengan total beras 692. 705 kilo gram, seangkan untuk tahun 2017 ini jumlah penerima sebanyak 119.512 RTSPM, dengan total beras  1.792.682 kilo gram," ujar Arifin.

Dengan adanya penambahan jatah penerima bantuan itu, ia yakin, kedepan jumlah keluarga miskin akan terus berkurang. (*)

Pewarta: Abd. Azis

Editor : Masuki M. Astro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2017