Bojonegoro (Antara Jatim) - Warga Desa Sarirejo, Kecamatan Balen, Bojonegoro, Jatim, menyetujui dibukanya kembali kegiatan penambangan pasir Bengawan Solo di desa setempat dengan kompensasi penambangan pasir mekanik di Desa Padanwangi, Kecamatan Soko, Tuban, dihentikan. "Warga kedua desa telah melakukan pertemuan dengan hasil penambangan pasir mekanik dihentikan dan tambangan Bengawan Solo dibuka kembali," kata Ketua Koordinator Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sigap) Desa Sarirejo, Bojonegoro, Ali Mahrus, Sabtu. Ia menjelaskan perwakilan warga kedua desa telah melakukan pertemuan untuk membahas perselisihan antarwarga mengenai penutupan tambangan dan penambang pasir mekanik dengan disaksikan jajaran Muspika Kecamatan Balen dan Soko, Jumat (10/5). "Hasil kesepakatan warga dituangkan dalam perjanjian yang ditandatangani perwakilan warga, kepala desa juga jajaran muspika," paparnya. Menurut Mahrus, tambangan Bengawan Solo ditutup warga Desa Sarirejo dengan puluhan bambu sejak tiga hari lalu. Akibat penutupan itu, maka perahu tambang Bengawan Solo dari Padanwangi tidak bisa merapat ke tambangan Desa Sarirejo. Warga, katanya, menutup tambangan Bengawan Solo di Desa Sarirejo karena ada sejumlah penambang pasir mekanik yang beroperasional di perairan Bengawan Solo di Desa Padanwangi, Kecamatan Soko. Keberadan penambang pasir mekanik itu, lanjutnya, mengakibatkan longsornya tebing Bengawan Solo di Desa Sarirejo sepanjang 500 meter. Bahkan, lanjutnya, longsornya tebing Bengawan Solo di desa setempat mulai mengancam sedikitnya 95 rumah warga yang hanya berjarak berkisar 1-4 meter dari tebing Bengawan Solo termasuk jalan desa. "Warga khawatir kalau penambang pasir tidak dihentikan, longsornya tebing Bengawan Solo bertambah parah," ujarnya. Menanggapi hal itu, Kepala Kantor Satpol PP Pemkab Bojonegoro Kamidin menyatakan pihaknya akan menertibkan keberadaan penambang pasir mekanik di perairan Bengawan Solo. "Tapi keberadaan penambang pasir mekanik sulit ditertibkan, sebab banyak mendapatkan dukungan kepala desa, juga pihak lainnya," tandasnya. (*)

Pewarta:

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2013