Malang (Antara Jatim) - Komisi D DPRD Kota Malang, Jawa Timur, terus fokus dan menyeriusi proses lelang pengadaan suplemen untuk penanggulangan kekurangan energi protein bagi penderita gizi buruk di daerah itu.
"Proses lelang pengadaan suplemen di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) terus kita pantau, bahkan menjadi perhatian serius kami. Anggaran untuk pengadaan suplemen tersebut juga sudah disetujui sebesar Rp574 juta dari APBD 2013," kata anggota Komisi D DPRD Kota Malang isa Ansori di Malang, Jumat.
Selain itu, katanya, pihaknya juga akan mengecek di Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk mengetahui penggunaan dana tersebut secara tepat. Artinya, kecukupan takaran suplemen makanan untuk menambah energi dan vitamin bagi penderita gizi buruk dan gizi kurang.
Ia mengakui, dirinya belum tahu pasti berapa jumlah kasus gizi buruk ataupun gizi kurang, sebab berapapun jumlah kasus yang muncul tidak masalah. Yang terpenting, harus ada alokasi anggaran dan segera ditangani.
Apalagi, lanjutnya, Kota Malang sudah menyandang status kota layak anak (KLA) tingkat pratama dan akan ditingkatkan lagi menjadi madya. Oleh karena itu, permasalahan gizi buruk atau apapun yang berkaitan dengan anak-anak harus dituntaskan.
Politisi dari PKS itu menegaskan, jangan sampai anggaran yang cukup besar tersebut sia-sia karena pemberian suplemen bagi anak-anak penderita gizi buruk atau kurang tidak tepat sasaran dan tepat takaran.
Sesuai data dari Dinkes Kota Malang, tahun 2011, jumlah penderita gizi buruk mencapai 60 kasus dan 2012 turun menjadi 20 kasus.
Lebih lanjut Isa mengatakan, suplemen energi dan multivitamin tersebut, selain diberikan bagi anak-anak penderita gizi buruk yang masih tinggal bersama orang tuanya, juga bisa diberikan pada anak-anak jalanan agar mereka juga memperoleh asupan gizi yang cukup.
"Kami berharap masyarakat juga proaktif, jika menemukan kasus gizi buruk atau gizi kurang segera melapor ke Dinkes atau Komisi D. Kami siap menindaklanjuti untuk segera ditangani," kata Isa, menambahkan.(*)
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2013
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2013