Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur menyebutkan bahan baku dalam negeri memiliki peluang yang lebih kompetitif di tengah tekanan harga barang impor yang melambung akibat nilai rupiah yang sedang turun terutama produk pertanian.

“Produk-produk yang betul-betul lokal ini bisa lebih kompetitif dari produk impor yang sama. Contohnya petani jeruk atau durian, mereka bisa lebih menang dibanding produk impor langsung dari luar negeri,” kata Ketua Umum Kadin Jawa Timur Adik Dwi Putranto di Surabaya, Jatim, Jumat.

Adik menjelaskan pelemahan nilai tukar rupiah memberikan dampak berlapis terhadap dunia usaha dan industri nasional seperti kenaikan biaya produksi karena tingginya ketergantungan terhadap bahan baku impor yang dibeli menggunakan dolar AS terutama industri manufaktur, farmasi, otomotif, dan tekstil.

Di sisi lain, margin keuntungan pelaku usaha ikut tergerus karena biaya produksi meningkat sedangkan harga jual produk tidak bisa langsung dinaikkan ke pasar.

Para pelaku usaha pun kini mulai menahan stok bahan baku dan melakukan efisiensi produksi sehingga memicu potensi pemutusan hubungan kerja (PHK).

Oleh sebab itu, Kadin Jatim mendorong industri untuk mulai mencari dan bermitra dengan pemasok lokal sebagai alternatif pengganti (substitusi) bahan baku impor dalam menghadapi dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ini.

Ia mengatakan Indonesia memiliki potensi bahan baku yang sangat besar yang dapat dimanfaatkan oleh industri seperti Jawa Timur yang kuat pada sektor pertanian dan peternakan.

“Produk pertanian, peternakan juga surplus. Itu salah satu kekuatan Jawa Timur,” ujarnya.

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah

Editor : Vicki Febrianto


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026