Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Madiun mencatat hingga saat ini ada sebanyak 126.097 orang atau sekitar 20,63 persen telah melakukan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di wilayah setempat.
Sekretaris Dinas Dukcapil Kabupaten Madiun Sayogya di Madiun, Rabu, mengatakan bahwa jumlah warga yang menjadi sasaran aktivasi IKD ada sebanyak 585.100 orang, yang terdiri dari warga berusia 17-45 tahun dan memiliki KTP elektronik.
"Dari jumlah sasaran 585.100 orang tersebut, sebanyak 126.097 orang tercatat sudah aktivasi IKD atau sekitar 20,63 persen," kata dia.
Ia menjelaskan capaian aktivasi IKD tersebut sesuai dengan target yang ditetapkan oleh Kementerian Dalam Negeri yakni sebanyak 20 persen pada 2026.
Meski telah melampaui target, Dinas Dukcapil Kabupaten Madiun terus berupaya meningkatkan capaian aktivasi IKD, salah satunya dengan melakukan layanan jemput bola, salah satunya di Desa Bodag, Kecamatan Kare.
"Layanan publik jemput bola yang dilaksanakan dalam program Bahana Bersahaja ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak warga agar segera beralih ke identitas digital," ujarnya.
Pihaknya mengimbau masyarakat yang belum melakukan aktivasi IKD untuk segera memanfaatkan layanan yang tersedia, baik secara langsung maupun melalui kegiatan jemput bola yang rutin dilaksanakan.
Selain aktivasi IKD, kegiatan jemput bola di desa tersebut juga melayani pengurusan administrasi kependudukan lainnya, di antaranya perekaman KTP elektronik, cetak KTP rusak, perubahan status dalam KTP, hingga pengurusan Kartu Identitas Anak (KIA).
"Semakin banyak masyarakat yang mengaktifkan IKD, maka pelayanan administrasi kependudukan akan semakin mudah, cepat, dan efisien," kata dia.
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026