Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur Adik Dwi Putranto mendorong adanya implementasi terhadap suatu hasil riset ke dalam industri untuk mendukung pemerataan ekonomi suatu wilayah.
"Masih terdapat persoalan mendasar yang menghambat optimalisasi potensi tersebut yakni kesenjangan antara riset dan industri," katanya di Surabaya, Rabu.
Adik mengatakan hal itu harus dilakukan lantaran selama ini kapasitas riset terus meningkat namun banyak hasil riset yang berhenti pada tahap publikasi dan belum diimplementasikan secara luas.
Menurutnya, keterlibatan industri dalam proses riset juga masih minim sehingga adopsi hasil penelitian menjadi rendah.
Selain itu, belum adanya mekanisme hilirisasi yang kuat membuat hasil riset sulit diterjemahkan menjadi produk atau solusi yang bernilai ekonomi.
Kondisi ini menyebabkan ketimpangan di Indonesia termasuk Jawa Timur yakni kuat dalam menghasilkan output riset namun lemah dalam menciptakan dampak ekonomi nyata.
Oleh sebab itu, diperlukan kolaborasi yang lebih erat antara akademisi, peneliti, pelaku industri, dan pemerintah agar inovasi yang dihasilkan benar-benar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Ia menjelaskan transformasi riset di Jawa Timur harus mulai diarahkan pada perubahan paradigma yang lebih relevan dengan kebutuhan industri.
Pendekatan lama yang bersifat supply-driven yakni akademisi menentukan topik riset dinilai sudah tidak lagi memadai untuk menjawab tantangan ekonomi saat ini.
“Diperlukan pergeseran menuju pendekatan demand-driven research yakni riset yang berbasis pada kebutuhan nyata industri,” kata Adik.
Dalam paradigma baru ini, lanjutnya, pelaku industri memiliki peran lebih besar dalam menentukan arah dan kebutuhan riset dengan Kadin mengambil posisi strategis sebagai agregator kebutuhan industri sekaligus jembatan penghubung antara dunia kampus dan sektor industri.
"Kadin juga berperan sebagai fasilitator dalam proses implementasi hasil riset agar dapat diadopsi secara nyata,” ujarnya.
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026