Bea dan Cukai Juanda gagalkan ekspor satwa hidup
- 24 Desember 2024 11:43
Pekerja memasukkan ular Jali (Ptyas Korros) hidup dalam karung di salah satu perusahaan eksportir ular di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (13/2/2019). Sebanyak 800 ekor ular Jali hidup diperiksa oleh petugas Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya sebelum diekspor ke Guangzhou, Cina melalui jalur udara. Antara Jatim/Didik Suhartono/ZK.
Petugas memeriksa ular Jali (Ptyas Korros) hidup di salah satu perusahaan eksportir ular di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (13/2/2019). Sebanyak 800 ekor ular Jali hidup diperiksa oleh petugas Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya sebelum diekspor ke Guangzhou, Cina melalui jalur udara. Antara Jatim/Didik Suhartono/ZK.
Pekerja memasukkan ular Jali (Ptyas Korros) hidup dalam peti di salah satu perusahaan eksportir ular di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (13/2/2019). Sebanyak 800 ekor ular Jali hidup diperiksa oleh petugas Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya sebelum diekspor ke Guangzhou, Cina melalui jalur udara. Antara Jatim/Didik Suhartono/ZK.
Pekerja memasukkan ular Jali (Ptyas Korros) hidup dalam peti di salah satu perusahaan eksportir ular di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (13/2/2019). Sebanyak 800 ekor ular Jali hidup diperiksa oleh petugas Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya sebelum diekspor ke Guangzhou, Cina melalui jalur udara. Antara Jatim/Didik Suhartono/ZK.