Mentan gandeng UNESA kembangkan kedelai demi tekan impor
- 12 Agustus 2026 21:45
Pekerja mengontrol bongkar muat kedelai impor di Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (23/3). Sekitar 10.422 ton kedelai impor dari Amerika tersebut, untuk memenuhi kebutuhan kedelai dalam negeri khususnyan bagi perajin tahu dan tempe. Antara Jatim/Budi Candra Setya/zk/18.
Pekerja mengontrol bongkar muat kedelai impor di Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (23/3). Sekitar 10.422 ton kedelai impor dari Amerika tersebut, untuk memenuhi kebutuhan kedelai dalam negeri khususnyan bagi perajin tahu dan tempe. Antara Jatim/Budi Candra Setya/zk/18.
Bongkar muat kedelai impor di Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (23/3). Sekitar 10.422 ton kedelai impor dari Amerika tersebut, untuk memenuhi kebutuhan kedelai dalam negeri khususnyan bagi perajin tahu dan tempe. Antara Jatim/Budi Candra Setya/zk/18.
Pekerja mengontrol bongkar muat kedelai impor di Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (23/3). Sekitar 10.422 ton kedelai impor dari Amerika tersebut, untuk memenuhi kebutuhan kedelai dalam negeri khususnyan bagi perajin tahu dan tempe. Antara Jatim/Budi Candra Setya/zk/18.
Pekerja mengontrol bongkar muat kedelai impor di Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (23/3). Sekitar 10.422 ton kedelai impor dari Amerika tersebut, untuk memenuhi kebutuhan kedelai dalam negeri khususnyan bagi perajin tahu dan tempe. Antara Jatim/Budi Candra Setya/zk/18.