Tradisi kirab dan jamasan pusaka Kyai Jugo di Blitar
- 18 April 2026 19:48
Pekerja mengolah kedelai menjadi tahu di salah satu sentra produksi tahu tradisional di Pakunden Kota Blitar, Jawa Timur, Selasa (7/4/2026). Produsen mengaku mengurangi jumlah takaran penggunaan kedelai dari yang sebelumnya sekitar 17 kilogram per hari menjadi 16 kilogram guna menekan kerugian aibat naiknya harga kedelai impor dari Rp9.800 per kilogram menjadi Rp10.600 per kilogram di daerah itu. ANTARA Jatim/Irfan Anshori/mas.
Pekerja mengolah kedelai menjadi tahu di salah satu sentra produksi tahu tradisional di Pakunden Kota Blitar, Jawa Timur, Selasa (7/4/2026). Produsen mengaku mengurangi jumlah takaran penggunaan kedelai dari yang sebelumnya sekitar 17 kilogram per hari menjadi 16 kilogram guna menekan kerugian aibat naiknya harga kedelai impor dari Rp9.800 per kilogram menjadi Rp10.600 per kilogram di daerah itu. ANTARA Jatim/Irfan Anshori/mas.
Pekerja mengolah kedelai menjadi tahu di salah satu sentra produksi tahu tradisional di Pakunden Kota Blitar, Jawa Timur, Selasa (7/4/2026). Produsen mengaku mengurangi jumlah takaran penggunaan kedelai dari yang sebelumnya sekitar 17 kilogram per hari menjadi 16 kilogram guna menekan kerugian aibat naiknya harga kedelai impor dari Rp9.800 per kilogram menjadi Rp10.600 per kilogram di daerah itu. ANTARA Jatim/Irfan Anshori/mas.
Pekerja mengolah kedelai menjadi tahu di salah satu sentra produksi tahu tradisional di Pakunden Kota Blitar, Jawa Timur, Selasa (7/4/2026). Produsen mengaku mengurangi jumlah takaran penggunaan kedelai dari yang sebelumnya sekitar 17 kilogram per hari menjadi 16 kilogram guna menekan kerugian aibat naiknya harga kedelai impor dari Rp9.800 per kilogram menjadi Rp10.600 per kilogram di daerah itu. ANTARA Jatim/Irfan Anshori/mas.