Pemkot Madiun ajak masyarakat memilah sampah dari rumah
- 13 Mei 2026 14:40
Pekerja rumah kompos, Waras (38) membolak-balik sampah organik yang sudah dipotong-potong di kawasan Keputran Surabaya, Rabu (22/2). Rumah Kompos Keputran mendapat suplai sampah organik dari Pasar Keputran sebanyak 3-5 m3 per hari. Hasil pemprosesan dari tempat ini dikirim ke Rumah Kompos Jambangan dan Rumah Kompos Bratang untuk diolah menjadi pupuk kompos guna pemupukan taman-taman di Surabaya. (Antara Jatim/Angeline/SHP
Seorang petugas kebersihan memilah sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Jalan Wonorejo, Surabaya. Rabu (22/2). Sampah di TPS Wonorejo dipilah sebelum di bawa ke TPA Benowo. Sampah tersebut didapat dari tiap - tiap rumah.(Antara Jatim/Puspita/SHP)
Pekerja mengolah daun-daun dan ranting di mesin kompos untuk dijadikan pupuk di pusat daur ulang di Jalan Jambangan Surabaya, Rabu (22/2). Pusat daur ulang di jambangan itu mengolah sampah organik seperti ranting dan dedaunan tapi juga mengolah sampah non-organik. Pupuk yang dihasilkan itu disalurkan ke masyarakat dan untuk memupuk taman-taman yang ada di Surabaya. (Antara Jatim/ Putri/SHP)
Warga memilah sampah botol dan kardus di Bank Sampah, Jalan Rukun Jaya, Jambangan, Surabaya, Rabu (22/2). Bank sampah Jambangan menerima pasokan dari warga sekitar. Sampah yang sudah dipilah di jual ke pengepul dan dibuat kerajinan bernilai ekonomis.(Antara Jatim/Ria/SHP)
Para petugas memilah sampah rumah tangga di Pusat Daur Ulang (PDU), Jambangan, Surabaya, Rabu, (22/2). Dengan bantuan alat-alat dari Kementerian Lingkungan Hidup, Pusat Daur Ulang Surabaya (PDU) ubah sampah rumah tangga menjadi pupuk kompos yang didistribusikan ke masyarakat serta pemupukan taman di Surabaya. (Antara Jatim/Nonik/SHP)