almarhum selalu bilang ingin melihat Persebaya juara, itu yang belum kesampaian

Surabaya (ANTARA) - Tokoh Bonek sekaligus salah satu penggerak perjuangan mengembalikan Persebaya Surabaya ke kompetisi nasional, Andy Kristiantono atau Andie Peci, meninggal dunia di RSUD dr. Mohamad Soewandhie Surabaya, Jawa Timur, Jumat (10/7), setelah beberapa bulan menjalani perawatan.

Koordinator komunitas Bonek, Husein Ghozali atau Cak Cong, membenarkan kabar tersebut dengan menyebut Andie Peci mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 11.20 WIB.

"Iya benar, sekitar pukul 11.20 WIB di Soewandhie," kata Cak Cong saat dihubungi ANTARA, Jumat.

Menurut dia, almarhum selama beberapa bulan terakhir keluar masuk rumah sakit untuk menjalani perawatan, namun ia tidak mengetahui secara pasti penyakit yang diderita Andie Peci.

Kepergian Andie Peci, kata Cak Cong, menjadi kehilangan besar bagi keluarga besar Bonek karena almarhum dikenal sebagai sosok yang konsisten memperjuangkan Persebaya saat menghadapi dualisme dan pembekuan klub.

"Dia berjuang karena kecintaannya kepada Persebaya dan keyakinannya bahwa kebenaran harus diperjuangkan saat terjadi dualisme," ujarnya.

Ia menuturkan, jika Andie Peci menjadi salah satu tokoh sentral yang mengawal perjuangan hingga Persebaya kembali diakui PSSI dan kembali berkompetisi di Liga Indonesia pada awal 2017.

Ia menilai, Andie Peci memiliki kemampuan membangun komunikasi, bernegosiasi, dan menggerakkan berbagai elemen suporter selama perjuangan tersebut.

Selain dikenal sebagai pejuang Persebaya, almarhum juga dikenang sebagai pribadi yang rendah hati, mudah bergaul dengan siapa saja, dan humoris.

"Hal yang tidak bisa dilupakan dari almarhum adalah humble, mau bergaul sama siapa saja dan humoris," tuturnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan jika keinginan terbesar Andie Peci yang belum sempat terwujud adalah melihat Persebaya menjadi juara di kompetisi kasta tertinggi Indonesia.

Andie Peci merupakan pria kelahiran Madiun, Jawa Timur. Selain dikenal sebagai pentolan Bonek, ia juga merupakan aktivis buruh yang aktif di Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (Kasbi). Jenazah rencananya dimakamkan di Desa Manisrejo, Kota Madiun.



Pewarta: Naufal Ammar Imaduddin
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026