Pasir Trinil

  • Minggu, 23 Oktober 2011 19:08

Ngawi - Penambang tradisional menaikkan pasir dari dasar sungai ke atas sampan di Bengawan Solo dekat Situs Museum Trinil, Desa Kawu, Kec. Kedunggalar, Ngawi, Minggu (23/10). Pemerintah memberikan toleransi bagi penambang pasir di areal tersebut, dengan catatan tidak menggunakan mesin dan bila menemukan fosil diimbau menyerahkan kepada pemerintah melalui Dinas Purbakala. Di dasar sungai tersebut pada 1891-1893 seorang dokter yang juga peneliti berkebangsaan Belanda, E Dubois menemukan fosil manusia purba Phitecanthropus erectus, dan sejumlah warga sekitar juga sering menemukan fosil bagian tubuh binatang. (FOTO ANTARA/Siswowidodo/2011/edy)

Berita Terkait

Pasir Trinil

Pasir Trinil

  • 23 Oktober 2011 19:08