Sinergitas lintas sektor untuk modernisasi pertanian

  • Jumat, 17 Juli 2026 16:23

Wakil Menteri Pertanian sekaligus Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sudaryono (kedua kanan) didampingi Direktur PT HM Sampoerna Tbk. Rianto Probo Hartono (kanan) melihat pengoperasian mesin pertanian saat kegiatan Temu Tani di Tajinan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). Pemerintah bersama Yayasan STAPA Center melalui Program Keberlanjutan Sampoerna untuk Indonesia melakukan sinergitas lintas sektor dan HKTI memperkuat komitmen melalui modernisasi mesin pertanian guna mengakselerasi perluasan areal tanam pada lahan tegalan kering, memacu peningkatan produktivitas, serta menaikkan Indeks Pertanaman (IP) komoditas pangan demi menekan indeks biaya produksi di tingkat petani. Antara Jatim/Ari Bowo Sucipto

Wakil Menteri Pertanian sekaligus Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sudaryono (kiri) didampingi Direktur PT HM Sampoerna Tbk. Rianto Probo Hartono (dua kiri) mengoperasikan mesin pertanian modern saat kegiatan Temu Tani di Tajinan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). Pemerintah bersama Yayasan STAPA Center melalui Program Keberlanjutan Sampoerna untuk Indonesia melakukan sinergitas lintas sektor dan HKTI memperkuat komitmen melalui modernisasi mesin pertanian guna mengakselerasi perluasan areal tanam pada lahan tegalan kering, memacu peningkatan produktivitas, serta menaikkan Indeks Pertanaman (IP) komoditas pangan demi menekan indeks biaya produksi di tingkat petani. Antara Jatim/Ari Bowo Sucipto

Petani mencoba mengoperasikan mesin pertanian modern bantuan Yayasan STAPA Center saat kegiatan Temu Tani di Tajinan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). Pemerintah bersama Yayasan STAPA Center melalui Program Keberlanjutan Sampoerna untuk Indonesia melakukan sinergitas lintas sektor dan Himpunan Kerukunan Tani Indoensia (HKTI) memperkuat komitmen melalui modernisasi mesin pertanian guna mengakselerasi perluasan areal tanam pada lahan tegalan kering, memacu peningkatan produktivitas, serta menaikkan Indeks Pertanaman (IP) komoditas pangan demi menekan indeks biaya produksi di tingkat petani. Antara Jatim/Ari Bowo Sucipto

Berita Terkait