Magetan (ANTARA) - Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karya Maju di Desa Jambangan, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mengembangkan wisata edukasi petik buah melon jenis Sweet Hami yang diberi nama Jatera Agro sebagai upaya menggerakkan perekonomian desa.
Direktur BUMDes Karya Maju Cahyo Susilo mengatakan inovasi menghadirkan wisata edukasi petik buah melon di Desa Jambangan dengan sistem hidroponik tersebut, bertujuan untuk menambah daya tarik wisata sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi lokal.
"Kami ingin tempat ini jadi wisata edukasi untuk mendorong ekonomi desa. Anak-anak TK dan SD bisa belajar menanam secara hidroponik. Mereka bisa reservasi lewat BUMDes, dan antusiasmenya luar biasa," ujar Cahyo, di Magetan, Sabtu.
Ia menjelaskan budi daya buah melon di greenhouse dengan sistem hidroponik tersebut dikembangkan BUMDes setempat sejak tahun 2024. Sejauh ini sudah empat kali panen, dengan setiap panen mampu menghasilkan 1 ton buah melon yang langsung diserbu pembeli.
"Yang beli kebanyakan wisatawan, namun ada juga pengepul yang ingin dijual lagi. Wisatawan yang datang ingin merasakan sensasi petik sendiri," kata dia.
Cahyo menambahkan budi daya melon merupakan usaha ketiga yang dilalukan BUMDes setempat. Sebelumnya pihaknya pernah mengembangkan budi daya buah pisang dan pepaya hawai, namun belum berhasil.
"Awalnya kami mencoba tanam pisang, lalu beralih ke pepaya hawai. Tapi dua-duanya gagal karena hama. Akhir 2024 kami dapat bantuan usaha pemberdayaan dari Pemprov Jatim, dan dari pengalaman itu kami pilih fokus ke greenhouse hidroponik buah melon," katanya.
Saat musim panen setelah 70 hari tanam, pihaknya lalu melakukan promosi untuk wisata petik buah melon. Penjualannya dibuka untuk umum.
"Untuk harga, per kilogram Rp25 ribu. Pengunjung cukup ramai saat panen tiba, ada yang datang dari Madiun dan Ponorogo," katanya lagi.
Pada pembukaan pertama masa panen, omzet yang diperoleh mencapai Rp5 juta. Jumlah itu bisa meningkat hingga sekitar Rp20 juta selama masa panen yang berlangsung sekitar 3 sampai 5 hari.
Salah satu pengunjung, Eko Setiawan, warga Magetan mengaku sudah beberapa kali datang untuk menikmati pengalaman memetik melon langsung.
"Saya sudah beberapa kali ke sini setiap panen. Buahnya enak, beda dengan yang dijual di pasaran, lebih manis. Selain itu, kita bisa pilih dan petik sendiri buahnya. Tempatnya juga bersih dan nyaman," kata Eko.
Sesuai data, Pemerintah Kabupaten Magetan terus memberdayakan peran BUMDes untuk menggerakkan ekonomi masyarakat desa di wilayah setempat.
Dari 207 desa di Magetan yang mendirikan BUMDes, terdapat 164 BUMDes yang tersertifikasi badan hukum Kemenkumham. Selain itu, terdapat 170 BUMDes telah aktif menjalankan bisnis dengan 80 BUMDes di antaranya telah memberikan sumbangsih ke desa dengan memberi kontribusi ke PAD desa.
Tak hanya desa wisata, BUMDes di Magetan juga berbentuk aneka usaha lainnya. Seperti usaha produksi olahan makanan dan minuman potensi desa, kerajinan batik, kerajinan tangan, serta pengembangan potensi pertanian mulai dari penanaman aneka tanaman pangan dan hortikultura, pupuk organik, hingga produksi susu sapi.
