Trenggalek - Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, memastikan wilayahnya saat ini terbebas dari ancaman penyakit difteri, yakni penyakit yang diakibatkan oleh bakteri "corynebacterium diphtheriae".
Namun, Dinkes kabupaten Trenggalek akan tetap mewaspadai potensi penyebaran wabah tersebut mengingat Kabupaten Tulungagung saat ini telah dinyatakan berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB), kataKepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek, Suparman, Rabu.
Ia mengatakan, indikasi itu terlihat dari jumlah penderita selama kurun dua tahun terahir ini yang hanya tercatat dua penderita.
"Jumlah tersebut jauh bila dibandingkan dengan daerah-daerah lain di kawasan timur Jatim, karena beberapa kabupaten itu ada yang sudah menyatakan KLB (kejadian luar biasa)," katanya.
Ia menjelaskan, dengan kondisi tersebut pihaknya mengklaim tidak perlu lagi melakukan vaksinasi massal, sementara itu jatah vaksin untuk Trenggalek diredistritibusikan ke kabupaten/kota lain yang membutuhkan.
"Jatah vaksin ini yang menentukan dari Dinkes Jatim, namun setelah melihat kondisi Trenggalek yang relatif aman dari ancaman difteri maka kami menyetujui untuk diberikan ke wilayah lain," ujarnya.
Sedangkan untuk mengantisipasi ancaman penyakit yang gejalanya muncul ditandai dengan sakit tenggorokan, demam, sulit bernapas dan menelan, mengeluarkan lendir dari mulut dan hidung, dan kondisi tubuh sangat lemah itu, Dinkes Trenggalek telah melakukan vaksinasi massal sesaat setelah ditemukan dua penderita positif difteri.
Suparman menambahkan, meski mengklaim wilayahnya aman dari ancaman difetri, pihaknya akan tetap mekakukan pengawasan terutama di beberapa kecamatan yang berdekatan dengan Kabupaten Tulungagung, mengingat di kabupaten tetangga tersebut telah ditemukan 15 penderita difteri selama kurun waktu 2011-2012.
"Kenapa kami tetap melakukan pengawasan, karena penyakit difteri ini mudah sekali menular melaui udara, sehingga antisipasi sejak awal ini mejadi pilihan utama kami," katanya. (*)
Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.