Surabaya (ANTARA) - Pelatih Persebaya Surabaya Eduardo Perez menyebut timnya telah mengevaluasi kekalahan sebelumnya sebagai upaya meraih hasil maksimal saat menghadapi Persis Solo pada pekan ke-11 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.
“Kami tentu ingin menuntaskan setiap pertandingan dengan 11 pemain. Namun, kadang dalam pertandingan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kami harus lebih berhati-hati karena kontak kecil pun bisa berujung kartu merah,” kata Eduardo saat konferensi pers di Stadion GBT Surabaya, Sabtu.
Coach Edu, sapaan akrabnya, sudah menegaskan hal tersebut kepada para pemainnya, agar menghindari kontak fisik sekecil apapun yang berujung kartu merah.
Terkait kondisi skuad, ia memastikan gelandang Dejan Tumbas kembali memperkuat tim setelah absen, meskipun bek tengah Risto Mitrevski absen karena cedera, sedangkan Leo Lelis dan Mikael Tata terkena sanksi larangan bermain.
“Dejan pemain yang sangat penting bagi kami. Kami kehilangan dua pemain dari pertandingan sebelumnya, tapi besok kita lihat siapa yang akan tampil,” ucapnya.
Ia juga memastikan jika seluruh tim sudah siap menghadapi pertandingan penting di kandang dengan optimisme tinggi setelah menjalani persiapan intens sepanjang pekan.
"Kami tahu ini laga penting, tapi saya sangat optimis karena melihat para pemain berlatih dan bekerja keras setiap hari,” tuturnya.
Dalam laga melawan Persis, Persebaya juga berpeluang memainkan Bruno Moreira yang mencatat penampilan ke-100 bersama klub.
"Bermain 100 pertandingan untuk klub besar seperti Persebaya sangat berarti. Bruno pemain yang luar biasa dan punya cinta besar untuk klub ini,” ujarnya.
Sementara itu, pemain Persebaya Rachmat Irianto mengakui tekanan untuk meraih kemenangan di kandang cukup besar bagi para pemain.
“Tentu ini jadi tekanan tersendiri karena kami banyak kehilangan poin di kandang. Jadi mau tidak mau, besok harus memberikan kemenangan untuk suporter,” kata Rian, sapaan akrabnya.
Anak kandung dari Almarhum Bejo Sugiantoro itu, menambahkan, pelatih meminta para pemain menjaga komunikasi positif di lapangan dan tidak saling menyalahkan saat menghadapi situasi sulit.
“Kalau bermain dengan sembilan pemain itu sangat sulit, jadi kami harus meminimalkan kesalahan. Jangan saling menyalahkan, tetap dukung satu sama lain,” ujarnya.
