Bangkalan - Sebanyak tujuh perguruan tinggi negeri dan swasta akan menjadi tim pemantau "independen" dalam pelaksanaan pemilihan kepada daerah (Pilkada) Bangkalan yang dijadwalkan digelar pada 12 Desember 2012.
"Kami sepakat melakukan pemantauan agar pelaksanaan pilkada di Bangkalan ini bisa berlangsung secara jujur dan adil," kata juru bicara tim pemantau itu Achmad Subairi, seusai acara deklarasi pembentukan tim di aula MAN Bangkalan, Sabtu.
Ketujuh lembaga pendidikan tinggi di Bangkalan yang membentuk tim pemantau independen itu masing-masing, Sekolah Tinggi Kejuruan Ilmu Pendidikan (STKIP), Universitas Trunojoyo Madura (UTM), STAIS Syaichona Cholili STIDHI Burneh, STIT Al Ibrohimi Galis, STITMU Modung, dan STAMIDIYA Konang, Bangkalan.
Ketujuh Perguruan Tinggi ini nantinya akan melakukan pemantauan tahapan pelaksanaan pilkada mulai dari pemungutan suara, hingga penghitungan hasil perolehan suara.
Ratusan mahasiswa yang merupakan aktivis perwakilan dari tujuh kampus itu, Sabtu pagi berkumpul, menggelar seminar dan deklarasi di Aula MAN Bangkalan.
Menurut Ketua Pelaksana Achmad Subairi, pembetukan tim relawan pilkada ini untuk mengawal pelaksanaan pemilihan kepala daerah agar berjalan demokratis, jujur dan adil. Sehingga nantinya kepala daerah yang terpilih bisa menyejahterakan masyarakat Bangkalan.
"Kami selaku mahasiswa Bangkalan ingin agar pilkada berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, tidak ada kecurangan dan penyimpangan, sehingga keberadaan tim pemantau dalam jumlah banyak sangat diperlukan," ujarnya.
Subairi menjelaskan, nantinya tim relawan ini akan di tugaskan di 281 desa dan kelurahan. Dan apabila terjadi pelanggaran maka pihaknya siap melaporkan ke lembaga hukum yang berkompeten. Bahkan sampai ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Para mahasiswa ini juga menegaskan, tidak akan mendukung salah satu pasangan cabup dan cawabup manapun, karena mereka hanya berkepentingan agar pelaksanaan pilkada berlangsung dengan jujur dan adil.
Sementara pembicara seminar yang juga dosen pada Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Fauzan mengatakan, pemilihan kepala daerah di Bangkalan perlu mendapatkan perhatian serius, karena berdasarkan sejarah, pelaksanaan pilgub di Bangkalan pada tahun 2009 diulang.
"Berkaca pada pelaksanaan pilgub lalu, Bangkalan dan Sampang perlu perhatian yang lebih serius," ungkapnya.
Pilkada Kabupaten Bangkalan direncanakan digelar pada tanggal 12 Desember 2012, bersamaan dengan pelaksanaan Pilkada Kabupaten Sampang.
Sebanyak tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati yang akan bersaing dalam ajang pesta demokrasi itu.
Mereka itu masing-masing pasangan cabup/cawabup Imam Bukhori Kholil dan Zainal Alim di nomor urut 1. Nomor urut 2 adalah pasangan cabup/cawabup Nizar Zahro dengan Dzulkifli. Sedangkan nomor urut 3 pasangan Makmun Ibnu Fuad dan Mundir Rofi'i.(*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.