Surabaya - Sudah menjadi agenda rutin di negeri ini, Presiden RI memberikan apreasiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada mereka yang rela mendonorkan darahnya lebih dari 100 kali. Orang-orang itu pun bisa dikatakan istimewa, karena jika secara rutin dilakukan maka tercatat sudah lebih dari 25 tahun menyumbangkan darahnya untuk orang yang sedang membutuhkan. "Hebatnya, relawan asal Jatim angkanya mencapai 672 orang dari sekitar seribu lebih orang yang menerima penghargaan dari presiden. Itu artinya, 50 persen lebih berasal dari Jatim," ujar Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jatim, Imam Utomo. Setiap donor darah, per orang diberi batas waktu 3 bulan sekali. Sehingga dalam setahun, sebanyak 4 kali seorang relawan menyumbangkan darahnya. Mantan Gubernur Jatim tersebut berharap, PMI memberikan perhatian terhadap pendonor yang sudah rutin menyumbangkan darahnya. Ini dilakukan agar setiap ada yang membutuhkan tidak kesulitan mencari pendonor. Saat ini, PMI Jatim kelebihan puluhan ribu kantong darah, yakni dari sekitar 600 ribu kantong yang dibutuhkan, saat ini terkumpul sekitar 696 ribu kantong darah. "Targetnya, tahun ini Jatim memiliki 740 ribu kantong darah yang dihitung dari dua persen jumlah penduduk. Sampai sekarang, sudah terkumpul 696 ribu dari 600 ribu yang dibutuhkan," ujar mantan Pangdam V/Brawijaya tersebut. Kelebihan kantong darah yang dimiliki Jatim akan diserahkan ke PMI Pusat di Jakarta untuk diserahkan ke beberapa daerah membutuhkan. Seperti, Aceh, Nusa Tenggara, Papua, dan kawasan lainnya. Secara prosedural, PMI provinsi tidak bisa langsung menyerahkan, tapi harus melalui pusat. Menurut dia, kelebihan kantong darah di Jatim tidak lepas dari program bus PMI yang digagas Ketua Umum PMI Pusat, Jusuf Kalla. Keberadaan bus, dinilai sangat membantu mendapatkan donor darah dari masyarakat di tempat umum. Ditambah lagi gerai-gerai PMI di beberapa mal dan kampus di Jatim. (*)


Editor : Akhmad Munir
COPYRIGHT © ANTARA 2026